Dedi Mulyadi Tegaskan Sebab Aksi Begal Tak Boleh Hanya Dikaitkan dengan Ekonomi

Jawa Barat66 Dilihat

Kota Bandung – Aksi begal dan kekerasan yang marak terjadi belakangan di berbagai daerah, menjadi sorotan berbagai pihak. Bahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi membahasnya.

Dalam pidatonya di hadapan para Anggota DPRD Jabar, Dedi Mulyadi mengungkapkan jika perilaku kekerasan termasuk begal tak selalu berkaitan dengan persoalan ekonomi.

Menurutnya, para pelaku begal kini justru masih berusia muda dengan rata-rata di bawah 25 tahun. Itu berarti kata Dedi Mulyadi masih belum memiliki beban tanggungan.

Baca juga: Selain Infrastruktur, KDM Sebut Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Jadi Fokus APBD Jabar 2027

“Tidak boleh juga begal dikaitkan hanya melulu urusan ekonomi. Karena rata-rata saat ini umurnya (pelaku) di bawah 25 tahun. Secara umum banyak yang belum memiliki tanggungan keluarga,” masih sangat muda,” kata KDM (Kang Dedi Mulyadi).

KDM juga mengatakan bahwa salah satu penyebab maraknya aksi begal dan penganiayaan adalah pengaruh dari mengkonsumsi obat jenis Tramadol yang belakangan peredarannya disebut sangat massif.

Ia menyebut, efek negatif tramadol terhadap kesehatan otak sangat membahayakan pengguna maupun masyarakat lainnya yang menjadi sasaran. Terlebih jika salah satu obat keras tertentu (OKT) itu sering dikonsumsi oleh generasi muda.

Baca juga: Puluhan Calon Paskibraka Kabupaten Bandung Mulai Ikuti Pemusatan Latihan

“Kalau anak-anak muda mengkonsumsi ini dalam setiap waktu, dipastikan tawuran tidak akan berhenti, pembegalan tidak akan berhenti, penganiayaan sampai pembunuhan tidak akan berhenti, karena memliki efek yang sangat luar biasa terhadap rusaknya daya otak,” tegasnya.

KDM menegaskan bahwa dirinya tak akan memberi toleransi terkait persoalan tersebut. Ia juga mengajak DPRD Jabar untuk bersama-sama konsen dalam penyelesaiannya.

Beberapa pengalaman juga disampaikan KDM, dimana Pemprov Jawa Barat harus membiayai korban dari kalangan tidak mampu akibat kekerasan yang dilakukan di bawah pengaruh konsumsi Tramadol.

Baca juga: Kabupaten Bandung dan Cianjur Sepakat Lanjutkan Bangun konektivitas, Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Kita juga harus membiayai korbannya yang kebanyakan masyarakat menengah ke bawah. Mereka sudah miskin, dibegal. Ini menjadi problem kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya berharap seluruh Anggota DPRD Jabar dapat terus mendukung upaya yang kini tengah dilakukan pihaknya, dalam menghadapi persoalan kejahatan begal.

“Perang psikologi yang saya lakukan adalah kita tidak boleh takut, tidak boleh ada orang yang seperti membuka ruang para begal ini terus eksis,” tandasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *