Dianggap Pilih Kasih Bantu Keluarga Satpam Jatiluhur dan Korban di Bali, Begini Penjelasan Dedi Mulyadi

Jawa Barat15 Dilihat

Kota Bandung – Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dihangatkan dengan perbincangan warganet terkait dana bantuan yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bantuan yang jadi pembahasan warganet tersebut diberikan Dedi Mulyadi kepada dua orang yang berbeda, yakni kotrban yang merupakan seorang petugas keamanan di Waduk Jatiluhur dan korban pengeroyokan di Bali.

Sebagian warganet memandang bantuan kepada dua orang berbeda daerah tersebut diberikan Dedi Mulyadi (KDM) dalam jumlah yang berbeda, sehingga menganggap sang gubernur pilih kasih.

Baca juga: Penguatan Pendidikan Agama dan Karakter Sekolah Nur Al Rahman Bikin Sekolah di Malaysia Tertarik Mempelajarinya

Melalu video yang diunggah pada Kamis (30/7/2026), KDM menjelaskan jika uang bantuan yang dberikan kepada keluarga satpam Waduk Jatiluhur memang tidak seluruhnya, karena sebagian digunakan untuk kewajiban almarum kepada pihak lain.

“Ada beberapa pertimbangan. Pertama, bahwa saya paham almarhum itu ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan kepada pihak lain. Sehingga saya memilih untuk menyelesaikan kewajiban kepada pihak lain, dibanding menyerahkan uang tunai semuanya kepada keluarga korban,” jelasnya.

Pertimbangan berikutnya, kata KDM, ia memilih menyerahkan uang bantuan kepada pihak keluarga hanya fokus pada kebutuhan sekolah anak korban yang sedang duduk di bangku SMK.

Baca juga: Delapan Tahun Nantikan Pembayaran Proyek Eks Wagub Jabar, Konsultan Tasikmalaya Akui Merugi 3,9 Miliar

KDM menambahkan, perhatian juga diberikan kepada anak tersebut hingga lulus sekolah dan akan dicarikan pekerjaan yang tak jauh dari tempat tinggal korban.

“Kemudian adik kecil yang masih SD dijadikan anak asuh saya untuk menempuh pendidikan hingga dewasa nanti sesuai apa yang diharapkan,” sambungnya.

Soal besaran uang bantuan yang didapatkan korban, KDM memastikan nominal yang didapatkan keluarga almarhum Satpam Waduk Jatiluhur itu lebih besar dari yang didapatkan korban pengeroyokan di Bali.

Baca juga: Polresta Bandung Berhasil Sita Satu Juta Obat Keras Serta Ungkap Ratusan Kasus Narkoba

Selain uang tunai yang diserahkan langsung kepada istri sekuriti, ahli waris menurut KDM juga mendapatkan asuransi katenagakerjaan bernilai ratusan juta rupiah.

“Pertimbangan ketiga, almarhum merupakan anggota security yang memiliki asuransi ketenagakerjaan dan mendapat hak sebesar Rp418 juta. Sehingga keluarga almarhum memiliki keuangan yang cukup,” ujarnya.

Dengan anak korban menjadi anak asuh serta kewajiban korban kepada pihak lain yang ia selesaikan, KDM memastikan nilai yang didapatkan keluarga korban tragedi Waduk Jatiluhur bisa melebihi Rp50juta.

Baca juga: Wakil Wali Kota Cimahi Soroti Pentingnya Improvisasi untuk Keberlanjutan Dunia Pendidikan

“Dengan menjadi anak asuh dan menyelesaikan berbagai kewajiban kepada pihak lain, insya Alllah nilainya lebih besar dari 50 juta,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *