Tak Ada Karangan Bunga dan Karnaval, Puncak Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung Sederhana

Bandung Raya49 Dilihat

Kabupaten Bandung – Sesuai rencana yang disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna sebelumnya, puncak peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung berlangsung sangat sederhana.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung tahun ini hanya menggelar upacara dan sidang paripurna DPRD Kabupaten Bandung, disusul dengan istighosah (doa bersama) selepas maghrib.

Usai upacara Hari Jadi Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna memberi penjelasan terkait konsep acara yang sederhana, termasuk tak adanya karangan bunga sebagai ucapan selamat.

Baca juga: Pernyataan Ngatiyana Soal Bangun Rumah Dinas Wali Kota: Laksanakan Sesuai Prosedur dan Aturan!

“Yang biasanya ada karnaval dan sebagainya, kita hilangkan, cukup upacara dan Paripurna, kemudian maghrib kita istighosah supaya bencana ini Allah cabut kembali,” tuturnya, Senin (20/4/2026).

Dengan pertimbangkan kebermanfaatan, maka karangan bungapun dirinya larang berbagai pihak mengirimkannya. Dadang lebih memilih bibit pohon sebagai penggantinya.

“Kalau memberikan karangan bunga tidak ada manfaat, setelah tiga atau lima hari jadi sampah. Tapi diganti dengan pohon, baik pohon buah-buahan maupun pohon keras yang akan memberikan oksigen untuk kita semua,” ujarnya.

Baca juga: Wadan Kodiklatad Hadiri Pengarahan Wakasad, Soroti Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit

Seuruh konsep perngatan HUT Kabupaten Bandung dilakukan secara sederhana juga berkaitan dengan kondisi Kabupaten Bandung yang tengah dilanda berbagai bencana hidrometeorologi.

Bancana seperti banjir dan pergeseran tanah terjadi menyebar di sejumlah kecamatan sejak beberapa hari terakhir. Bahkan hingga hari ini sejumlah wilayah masih terendam.

“Saya melihat saat ini kondisi alam kurang begitu berpihak. tapi ini salah satu peringatan, teguran, atau mungkin ujian dari Allah agar kita bisa memperbaiki,” ucap Dadang Supriatna.

Baca juga: Wali Kota Ingatkan Tak Euforia Sambut Kelulusan SD: Tak Perlu Tinggalkan Cimahi

Kendati demikian, banjir di daerahnya disebut semakin terkendali dengan baik, seiring adanya interensi dari pemerintah pusat melalui program Citarum Harum.

Ia mengklaim luasan banjir semakin menurun dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya luasan banjir mencapai 4.000 hektar, kini tinggal 1.500 hektar.

“Setelah ada intervensi dari pemerintah pusat melalui Program Citarum harum, terus berjalan. Yang tadinya 4.000 hektar, saat ini menyisakan 1.500 hektar lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Bandung Siapkan Mitigasi Hadap El Nino, Jaga Produktivitas Pertanian

Namun ia sadari bahwa proses sedimentasi dibeberapa aliran sungai terus terjadi. Hal itu menyebabkan tantangan baru dalam pengendalian banjir akibat luapan sungai.

Hanya saja,lanjut Dadang, jika dulu banjir bisa merendam wilayah daam kurun waktu dua pekan hingga satu bulan, kini rata-rata bisa surut kembali hanya dalam waktu dua hari hingga satu pekan saja.

Hal lain yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Kabupaten Bandung di usia ke-385 tahun, diantaranya persoalan sampah. Meski tak secara rinci, Dadang menyebut telah menyiapkan sebuah inovasi penanganan.

Baca juga: Termasuk Wayang Golek, Bupati Hapus Sejumlah Acara Peringatan HUT Kabupaten Bandung

Isu selanjutnya menurut Bupati, berkaitan dengan upaya pihaknya menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia mangatakan, hal itu berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas SDM.

“Pak Presiden melalui Asta Citanya ada MBG dan sebagainya, merupakan salah satu upaya bagaimana kita mempersiapkan anak-anak bangsa dengan SDM yang profesional,” imbuhnya.

Dirinya menyampaikan komitmen untuk mensinergikan seluruh program Presiden RI Prabowo Subianto dengan berbagai langkah nyata pihaknya di daerah.

Baca juga: Pimpin PSSI Cimahi, Barkah Ungkap Cita-cita Bangun PSKC Baru

“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah peduli, tentu ini PR kita bersama,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *