Kota Bandung – Gugurnya Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar menyita perhatian tak hanya dalam negeri, bahkan internasional.
Mayor Zulmi gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Dalam tugasnya tersebut, ia tergabung dalam UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon).
Prajurit yang saat menjalankan tugas berpangkat Kapten itu dinyatakan gugur pada Senin (30/3/2025), pukul 10.45 waktu Lebanon, atau pukul 15.45 WIB.
Baca juga: Pimpin Pemakaman Zulmi di TMP Cikutra, Panglima TNI Ungkap Alasan Almarhum Gabung UNIFIL
Pemakaman prajurit yang berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat itu, dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di TMP Cikutra, Kota Bandung, Minggu (5/4/2026).
Zulmi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2015. Namun pria kelahiran Cirebon 10 Maret 1993 juga mengikuti sejumlah pendidikan militer lainnya seperti Para Dasar, Kombat Intel, Komando, dan Perwira Sandhy Yudha.
Anak dari pasangan Iskandarudin dan Susilo Hutami itu gugur dalam misi perdamaian dunia, meninggalkan istri dan dua anak tercinta.
Baca juga: Seru! Ratusan Pecinta Motor Scooter Kumpul di Kota Cimahi Gelar Halalbihalal
Sebagai prajurit terbaik yang dimiliki TNI, Zulmi telah meraih tanda kehormatan serta sejumlah tanda jasa. Diantaranya tanda kehormatan Veteran Perdamaian RI
Sementara beberapa tanda jasa yang diraih diantaranya Satya Lencana Wiradharma, Satya Lencana Ksatria Yudha, Satya Lencana Dharma Nusa, Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, dan Satya Lencana Santi Dharma.
Atas sejumlah prestasi membanggakan itu pula menurut Panglima TNI, membuat almarhum dikirim untuk tugas mulia ke Lebanon dalam Satgas Konga 23S UNIFIL.
Baca juga: BKN Minta Dukungan DPR Hindari Pemutusan Hubungan Kerja PPPK
Tak hanya keluarga yang merasa berduka atas kematian Mayor Zulmi, TNI menurut Panglima juga mengaku kehilangan prajurit terbaiknya.***(Heryana)

























