KDM Pastikan Sekolah Maung Mulai Digelar Tahun Ajaran 2026/27, Begini Konsepnya

Jawa Barat68 Dilihat

Kota Bandung – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membangun Sekolah Maung (Manusia Unggul) akan direalisasikan mulai tahun ajaran 2026/27.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menjawab pertanyaan awak media seputar Sekolah Maung, usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bale Gede Pakuan, Kamis (23/4/2026).

“Sekolah Maung tahun ajaran ini dimulai. Nanti akan memanpung anak-anak berpretasi, prestasi akademik dan prestasi non-akademik,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Kosasih, Sosok Jenderal Santri di Tanah Siliwangi

Lebih lanjut gubernur yang akrab disapa KDM itu menjelaskan, Sekolah Maung merupakan program sekolah bagi anak-anak yang memiliki prestasi menonjol dalam beberapa bidang.

Mereka yang bergabung dalam sekolah gagasannya tak hanya menonjol prestasi akademiknya, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga, seni, industri kreatif, dan lainnya.

“Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya misalnya, kelasnya olahraga, kelas seni, dan lainnya” jelas KDM.

Baca juga: Walhi Jabar Soal Keberadaan Industri di Cimahi: Menguntungkan Siapa?

Sekolah Maung dipastikan KDM bukan sekolah dengan gedung baru, melainkan sebuah upgrading sekolah yang selama ini mendapat stigma masyarakat sebagai sekolah favorit

Ia mencontohkan di Kota Bandung ada SMA Negeri 3, atau di Kabupaten Subang ada SMA Negeri 1. Di sekolah seperti itulah Sekolah Maung hadir berupa kelas dengan kekhususan.

“Kita gak bangun, tapi kita update yang dulu menjadi sekolah ungulan. Kan setiap kabupaten/kota itu selalu ada sekolah favorit,” ujarnya.

Baca juga: Jalan Cikembar-Jampang Tengah Rusak Parah, Dishub Jabar Siap Sanksi Perusahaan Truk Tambang

Namun untuk kebutuhan tersebut, dirinya menyebut sangat memugkinkan dibangun ruang kelas baru tambahan.

Tak hanya itu, upgrading pada Sekolah Maung juga akan ditandai dengan penambahan teknologi, hingga penambahan guru melalui seleksi ketat.

Kendati dalam rencananya sekolah ini gratis, namun diakui KDM saat ini pihaknya sedang mengkaji soal kemungkinan kontribusi orang tua siswa dengan penghasilan lebih dari cukup.

Baca juga: Ribuan Botol Minuman Beralkohol Disita Satpol PP Kota Bandung di Kawasan Monpera

“Gratis, tapi karena orang tua seringkali ada tuntutan, kita lagi berfikir, apakah orang tua berpenghasilan di atas Rp10 juta boleh enggak berkontribusi, itu yang sedang kita pelajari,” pungkasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *