Tekad Bupati Bandung Realisasikan Janji Politik Saat Anggaran Hilang Satu Triliun

Bandung Raya68 Dilihat

Kabupaten Bandung – Efisiensi anggaran menjadi jalan yang dipilih semua daerah di Indonesia, baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota, ketika mengalami pemangkasan dana transfer daerah (TKD).

Demikian yang juga dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bandung) di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna. Dalam satu tahun ke depan, pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran terhadap.

Efisiensi dilakukan dengan tujuan agar pemenuhan seluruh janji politik pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb dapat tetap terealiasi tahun ini, di tengah hilangnya TKD sebesar Rp1 triliun yang juga berarti berkurangnya anggaran 2026.

Baca juga: Setahun Memimpin Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna-Ali Syakieb Klaim Sejumlah Keberhasilan Pembangunan

“Kami melakukan efisiensi pada program yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak,” kata Dadang.

Dengan pengurangan anggaran pada sektor tersebut, maka angarannya akan dialihkan pada pemenuhan beberapa janji politik yang juga menjadi visi misi kepemimpinan Dadang Supriatna-Ali Syakieb.

Menurut Dadang, manfaat dan dampak dari 57 rencana aksi dalam janji politik akan lebih dapat dirasakan langsung oleh mayarakat, ketimbang mata anggaran yang akan dihapuskannya.

Baca juga: Puluhan Ribu Paket Cadangan Pangan Daerah Disalurkan Bupati Bandung Sasar Warga Rawan Pangan

“Saya dan Kang Ali Syakieb ini dipilih oleh rakyat. Artinya komitmen dan janji politik kami dengan rakyat harus dilaksanakan,” tegasnya.

Beberapa contoh janji politik yang disebutnya akan direalisasikan diantaranya pemberian insentif bagi 17.000 guru ngaji, pinjaman modal tanpa bunga, beasiswa, serta pembangunan infrastruktur jalan dan rutilahu.

Pembangunan Bedas Convention Ceter sebagai pusat pelayanan publik terpadu di Tegalluar yang akan terkoneksi dengan stasiun Whoosh, juga disebut Dadang menjadi salah satu janji politik yang sedang digarap.

Baca juga: Cimahi Kejar Zero to TPA, Targetkan 2029 Seluruh Sampah Terkelola

Ia juga menyebut bahwa perhatiannya terhadap Guru dan Tenaga Kependidikan yang berstatus PPPK Paruh Waktu tetap menjadi prioritas dalam merealisasikan janji politiknya.

“Alhamdulillah berbagai program yang kami jalankan, lebih dari 40 persen selaras dengan program yang dijalankan Presiden Prabowo dan Pemprov Jabar. Semoga untuk masyarakat selama setahun ini bermanfaat dan berkah,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *