Kota Cimahi Miliki Satgas Saber Pangan Siap Kendalikan Harga Komoditas Bahan Pokok

Bandung Raya117 Dilihat

Kota Cimahi – Harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian berbagai pihak jelang memasuki bulan suci Ramadan. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi sudah mengantisipasinya dengan membentuk Satgas Saber Pangan.

Dijelaskan Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperin Kota Cimahi Indra Bagjana, Satgas Saber Pangan (Satuan Tugas Sapu Bersih Pangan) merupakan gabungan antara pemerintah daerah, Polri, dan BUMN dalam upaya pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Baru kemarin Kamis mandatnya dari Bapanas (Badan Pangan Nasional). Jadi, gabungan antara pemerintah daerah, kepolisian, dan BUMN Pangan yairu Bulog dan ID Food,” ugkap Indra.

Baca juga: Solusi Cepat Pemprov Jabar Tanggung Biaya BPJS Kesehatan Warga Tercoret Kemensos RI

Dalam operasionalnya, Satgas Saber Pangan lanjut Indra, di bawah koordinasi langsung Reskrimsus Unit Tindak Pidana Tertentu. Ia berharap pembentukan satgas efektif untuk mengendaikan harga komoditas pangan.

Kepada wartawan, Indra mengakui adanay kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Namun dipastikannya, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

“Memang karena mekanisme pasar, ketika ada permintaan meningkat maka harga juga meningkat,” ujarnya.

Baca juga: Penerbit Erlangga Tutup The Voice Fest at Braga dengan Festival Musik, Hadirkan Gilang Ramadhan

Kenaikan harga dalam seminggu terakhir di Pasar tradisional yang dikelola Pemkot juga dipengaruhi cuaca yang belakangan kurang mendukung dan disebut Indra menggangu pasokan ke Kota Cimahi.

Kendati demikian, Indra memastikan kenaikan komoditas yang terjadi masih dalam kendali. Harga cabai rawit merah misalnya, saat ini bekisar antara Rp70.000 sampai Rp80.000 per kilogram.

“Ada komoditas yang sensitif seperti cabai, bawang, daging ayam, dan telur. Ada juga komoditas yang cukup bandel seperti halnya daging sapi, tapi sudah ada gejala kenaikan karena memang fenomena nasional. Bahkan di Jabodetabek kemari sempat ada mogok massal pedagang daging sapi,” imbuhnya.

Baca juga: Potensi Longsor Ancam Keselamatan, Warga Desa Sukajaya Lembang Terpaksa Mengungsi

Di Cimahi sendiri tak ada aksi mogok dari pedagang daging sapi. Harga daging sapi lokal di Cimahi semula Rp130.000, mengalami kenaikan antara 5-8 persen menjadi Rp140.000 per kilogram.

Komoditas lainnya yang disinggung Indra Bagjana adalah minyak goreng merk Minyakita yang menurutnya tidak terlalu mengkhawatirkan, menyusul adanya pasokan secara khusus dari Bulog untuk Cimahi.

“Alhamdulillah Cimahi yang sempat berada di zona merah, sekarang sudah melandai dan hijau karena ada pasokan dari Bulog, jadi kita pastikan Minyakita tidak melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), yakni Rp15.700 per liter.

Baca juga: Ratusan Pelajar Ikuti Persami KKRI Lanud Sulaiman, IQ Tinggi Bisa Jadi Penerbang

Meski mulai terjadi kenaikan harga wajar pada sejumlah komoditas, Indra memastikan  ketersediaan seluruh komoditas dalam kondisi aman jelang memasuki hingga awal Ramadan 1447 Hijriyah.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *