Kota Bandung – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan tingginya pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Barat yang mencapai 5,85 persen pada triwulan IV 2025 (year on year).
Angka tersebut cukup membanggakan karena selain tinggi, juga melebihi angka pertumbuhan ekonomi secara nasional yang menyentuh 5,39 persen
Data tersebut disampaikan Sekda Herman Suryatman dalam sambutannya saat membuka Forum Perangkat Daerah Setda Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: GBLA Kembali Telan Korban, Persib Hajar Madura United 5-0
Herman menambahkan, keberhasilan capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Barat didukung oleh belanja Pemprov Jabar yang tertinggi di Indonesia, investasi, serta aktivitas ekspor -impor.
“Ini bukti bahwa belanja pemerintah kita agresif dan terukur. Bukan autopilot, tapi hasil kerja keras seluruh perangkat daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia megingakan seluruh aparat di ligkungan Sekretariat Daerah (Setda) Jabar bahwa wilayah yang kini dipimpin Dedi Mulyadi itu akan menjadi provinsi paling maju, berdaya saing, dan sejahtera di Indonesia.
Baca juga: Sepekan Ramadan Belasan Kendaraan dan Puluhan Knalpot Brong Disita Polsek Margaasih
Hal tersebut menjadi alasan baginya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk medorong transformasi birokrasi secara total di Jawa Barat melalui forum tersebut.
“Lembur diurus kota ditata, Jawa Barat sedang berada di era yang sangat menentukan. Ini momentum besar. Kita punya peluang untuk mengantarkan Jawa Barat menjadi provinsi termaju di Indonesia,” kata Herman.
Tingkat kepuasan masyarakat hingga 95,5 persen terhadap kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, serta kinerja birokrasi yang mencapai 72, 91 persen, lanjut Herman, harus diikuti dengan penurunan angka pengangguran.
Baca juga: Ini Menu MBG Diduga Sebabkan Puluhan Pelajar Cimahi Keracunan, Pemkot Lakukan Uji Laboratorium
Berdasarkan data BPS pada November 2025, angka pengangguran di Jawa Barat berada di 6,66 persen, dan kemiskinan 6,78 persen.
“Kita menargetkan penurunan minimal 0,5 hingga 1 persen per tahun,” ucap Herman.
Input juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jabar, Sugianto Nangolah. Menurutnya, akselerasi kebijakan inovatif juga harus mengiringi upaya peningkatan kapasitas SDM.
Baca juga: Dugaan Keracunan MBG Muncul di Cimahi, Belasan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
“Sinergi perencanaan menjadi kunci agar setiap program pembangunan memiliki indikator kinerja yang jelas, berbasis data, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.***(Heryana)
























