Sepekan Ramadan Belasan Kendaraan dan Puluhan Knalpot Brong Disita Polsek Margaasih

Bandung Raya478 Dilihat

Kabupaten Bandung – Polsek Margaasih, Polres Cimahi, gencar melakukan patroli pencegahan aksi balap liar yang berpotensi terjadi saat bulan suci Ramadan. Frekuensi kegiatan rutin tersebut ditingkatkan memasuki Ramadan 1447 Hijriyah.

Kapolsek Margaasih Kompol Bony Yanuar mengatakan, dalam sepekan Ramadan 1447 Hijriyah, patroli efektif mengamankan 15 unit sepeda motor yang diduga melakukan balap liar. Pihaknya juga menyita puluhan knalpot brong.

“Selama bulan Ramadan ini, kurang lebih 15 unit sepeda motor dan 25 knalpot bising yang kami sita. Dan kami juga tidak mudah mengeluarkannya kembali selama surat-sutratnya belum lengkap,” ungkap Bony, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Ini Menu MBG Diduga Sebabkan Puluhan Pelajar Cimahi Keracunan, Pemkot Lakukan Uji Laboratorium

Dikatakan Bony, salah satu lokasi yang kerap digunakan balap liar diantaranya jembatan tol Margaasih. Di lokasi ini pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan mempersempit lajur menggunakan traffic cone.

Di lokasi serupa juga Polsek Margaasih mempertebal patroli rutin dengan menerjunkan sejumlah petugas untuk mencegah balap liar terjadi.

“Sengaja kami tempatkan traffic cone di masing-masing ruas jalan dan ditempatkan dua kendaraan dengan maksud menahan laju oknum warga dan remaja yang maenarik gas kendaraannya kencang, sehingga balap liar fektif dicegah,” bebernya.

Baca juga: Dugaan Keracunan MBG Muncul di Cimahi, Belasan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain itu lanjut Bony, pihaknya tetap melakukan pengaturan, serta memberikan arahan kepada seluruh pengguna jalan, sekaligus menjaga lalu lintas tetap aman dan nyaman bagi pengendara.

“Kami juga menyita kendaraan mereka yang didapati tidak bersurat. Juga berknalpot bising yang mendorong adrenalin memacu kecepatan. Sudah banyak kami laksanakan penyitaan, terutama menjelang weekend,” sambung Kapolsek.

Prmasalahan lain yang juga menjadi perhatian Polsek Margaasih adalah perang sarung yang berpotensi dilakukan oleh para remaja usai tarawih dan salat subuh.

Baca juga: Putri Karlina Akui Gagal Pimpin Kabupaten Garut: Saya Sudah Bisa Mengevaluasi Sendiri

Beberapa personel siber Polsek Margaasih masukdalamkomunitas perang sarung untuk mengetahui gelagat mereka melakukan tradisi yang membahayakan itu.

“Tim siber kami masuk dalam komunitas medsos Facebook perang sarung. Jadi, rencana perang sarung di titik mana sudah kami deteksi. Alamdulillah pasca tarawih dan salat subuh sementara ini cukup kondusif,” kata Bony.

Perang sarung menurut Bony sangat berbahaya, karena berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya ditemukan sarung yang dililit dengan kawat serta pada bagian ujungnya dibuat menyerupai bandul keras yang bisa melukai lawan.

Baca juga: Hadiri Pelantikan Japnas, Wagub Erwan Setiawan Ingatkan Potensi Besar UMKM Jabar

“Tahun kemarin sudah hampir 1 kasus dalam upaya pencegahan kami ungkap, kemudian puluhan sarung kami sita,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *