Kota Bandung – Paguyuban Wong Pemalang terus melakuan pembenahan untuk menjadi organisasi sosial yang lebih baik dan memberi manfaat bagi para anggota, serta masyarakat di tempat mereka merantau.
Usia empat tahun bagi Paguyuban Wong Pemalang (PWP) menjadi motivasi tersendiri untuk menjadikan organisasi lebih mandiri melaluisemanan gotong royong dan saling bergandengan tangan.
Seperti yang disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi ke-4 PWP M Zaenuri dalam sambutannya di acara Gelar Budaya yang diseleggarakan di Padepokan Seni Mayang Sunda, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Temui Kemensos RI, Bupati Bandung Sampaikan Kesiapan Lahan untuk Gedung Sekolah Rakyat
“Gelar Budaya hari jadi ke-4 Paguyuban Wong Pemalang mengambil tema “Membangun Kemandirian Menuju Paguyuban yang Gemilang”. Tema ini sebenarnya ingin mengajak semua untuk bergandeng tangan, bergotong royong, karena itu kuncinya,” kata pria yang akrab disapa Abah Nur itu.
Dalam kesempatan itu, ia menjeaskan bahwa Gelar Budaya merupakan puncak dari seluruh rangkaian syukuran hari jadi ke-4 PWP. Sebelumnya, acara dilaksanakan panitia berupa jalan sehat dan donor darah.
Sementara dalam puncak acara hari itu, digelar berbagai tampilan budaya serta kesenian tradisional, termasuk seni Campur Sari yang khas dari tanah Jawa dengan menghadirkan kelompok musik Aruman Nada
Baca juga: DLHK Sumedang Gencarkan Kampanye Menanam Pohon Sebagai Langkah Strategis Mitigasi Perubahan Iklim
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dengan menyumbangkan materi dan imateri demi mewujudkan rangkaian kegiatan hari jadi Paguyuban Wong Pemalang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PWP Siswoyo Sahroni juga mengapresiasi selurh pihak yang membantu suksesnya acara. Ia berharap yang dilakan harii tu merupakan bentuk kekompakan dan kepedulian antar anggota yang masih terjalin baik
“Selama 4 tahun ini terjaga, terjalin dengan baik, semoga di kondisi sedang banyak musibah, ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, semua keluarga besar PWP diberikan kesehatan, kelapangan dada, dan diberikan rejeki yang melimpah,” harap Siswoyo.
Baca juga: Wamen ATR/BPN-Wamenlu Bahas Penyelenggaraan Hak Atas Tanah Pihak Asing
Dirinya berharap tema acara hari jadi ke-4 PWP yang begitu baik dapat diwujudkan bersama-sama oleh seluruh anggota paguyuban.
Harapan yang sama juga disampaikan Pembina PWP Windiyatno. Menurutnya, tahun keempat dapat menjadi pijakan organisasi untuk tumbuh mandiri pada tahun berikutnya.
“Kalau saya sebagai Pembina mengamati semakin hari semakin baik. Mudah-mudahan di tahun keempat ini semakin maju, sehingga di tahun kelima benar-benar bisa mandairi,” tuturnya.
Baca juga: Tahura Gunung Kunci, Wisata Murah Meriah di Hutan Sarat Sejarah
Diakui Windiyatno bahwa hingga saat ini paguyubannya itu masih mencari pola terbaik untuk menuju kemandirian yang dicita-citakan terwujud di tahun kelima nanti.
Kendati masih terdapat persoalan di dalam PWP, ia sebut hal itu masih berupa persoalan minor yang secara perlahan tapi pasti telah terselesaikan dengan baik.
“Di PWP masih ada problem tetapi sedikit demi sdikit semakin terurai karena para pengurusnya aktif, sehinga “Seduluran Selawase” (bersaudara selamanya, Jawa) semoga terus terbentuk. Untuk menghidupkan PWP mari kita berkontribusi,” ajaknya.
Baca juga: Ono Surono Penuhi Panggilan KPK Kaitan Kasus Ijon Proyek Kabupaten Bekasi
Sejumah pesan juga disampaikan….diantaranya agar para angota melepaskan sttus,angkat, dan jabatan dalam organisasi. Ia juga mengajak semua anggota untuk meningkatkan kepedulian dan keikhlasan saling membantu.
“Alhamdulllah pelibatan anak-anak juga sudah mulai kita lakukan. Nah, dengan melibatkan anak-anak, mudah-mudahan PWP yang anggotanya 336 ini lestari dan terjadi regenerasi, maju , dan berkembang.
Acara Gear Budaya juga dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Namun dalam kesempatan itu ia diundang sebagai tamu kehormatan, sekaligus sebagai penasehat Gentra Sentra Mas.
Baca juga: Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti RUU Administrasi Pertanahan: Jamin Kepastian Hak Atas Tanah
Selain pengalaman dirinya dari Bantul, Yogyakarta, awal merantau ke kota Cimahi hingga menjadi Wali Kota, Ngatiyana juga berpesan agar seluruh paguyuban dapat saling membantu dalam ikatan silaturahmi.
“Alhamdulillah saya berasal dari Bantul sudah dari 1981 semenjak merantau di Jawa Barat. Saya pernah tinggal di Sarijadi, saat itu saya bekerja di IPTN atau sekarang PTDI tahun 1982-1983. Kemudian 1983 saya mendaftar TNI dan alhamdulillah masuk pendidikan 1984,” kisahnya.
Ia juga mengaku bangga diangkat menjadi pembina Paguyuban Gentra Sentra Mas yang juga mewadahi masyarakat Jawa di wilayah Bandung Raya.
Baca juga: Prihatin Atas Kondisi Prasarana Disdamkar, DPRD Kabupaten Bandung Janji Dorong Tambah Anggaran
“Saya harap PWP bukan hanya sapai di sini, mari kita bangun dan bentuk rayonnya untuk mewadahi apabila kita saling membutuhkan dan untuk silaturahmi, serta kebersamaan hidup di perantauan, di wilayah orang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi sosial seperti PWP, untuk dapat membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa untuk menguatkan Indonesia.***(Heryana)





























