Dukung KDM Bangun Stadion Tiap Kecamatan, Persib: Akan Banyak Pemain Berkualitas dari Jabar

Jawa Barat228 Dilihat

Kota Bandung – Sebuah gagasan menarik kembali muncul dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kali ini gagasan tersebut berkaitan dengan olahraga, yakni penyediaan lapangan sepakbola bertaraf nasional di setiap kecamatan.

Dedi Mulyadi sepertinya tak ingin tanggung-tanggung dalam melakukan pembinaan atlet sepakbola sejak dini di Provinsi Jawa Barat. Lebih dari itu, pembangunan lapangan sepakbola setiap kecamatan menjadi sebuah ekosistem tersendiri.

“Satu kecamatan harus memiliki satu lapangan yang representatif berstandar nasional. Tribun dan fasilitas lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan,” kata Dedi saat ditemui pada Senin (24/11/2025).

Baca juga: Resmikan Asrama Ponpes di Garut, Gubernur Harap Lahirkan Santri Berkualitas

Kualitas lapangan menurutnya cukup standar nasional saja. Demikian juga pada bagian lainnya seperti tribun penonton dan fasilitas pendukungnya tak perlu mewah, namun dapat disesuaikan dengan kondisi lahan.

Dalam hal ini, KDM (sapaan akrab gubernur) lebih memperhatikan soal perawatan. Jika terlalu mewah maka akan berdampak pada tingginya biaya perawatan.

Gagasan tersebut ternyata menarik perhatian Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan. Ia mengaku mendukung penuh rencana KDM dalam membangun stadion di setiap kecamatan.

Baca juga: KDM Pastikan Penanganan Bencana dari Lima Kantor Wilayah Gubernur, Daerah Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Dukungan dilontarkan Adhitia karena ide gubernur KDM tersebut menurutnya sejalan dengan visi Persib dalam upaya pembinaan atlet sepakbola usia muda.

“Semakin banyak pemain berkualitas muncul dari Jawa Barat, pada akhirnya akan menguntungkan Persib,” kata Adhitia.

Hanya saja dalam implementasinya, Adhitia memastikan masih memerlukan diskusi lanjutan. Demikian halnya dengan bentuk partisipasi Persib dalam program tersebut akan lebih jelas setelah dilakukan pembahasan teknis.

Baca juga: Diduga kurang Konsentrasi, Sepeda Motor Tabrak Belakang Truk Sebabkan Korban Tewas di Tempat

“Itu baru wacana di tingkat atas. Kita harus turun ke bawah untuk melihat kebutuhannya seperti apa,” imbuh Adhitia.

Ia juga mengungkapkan masih adanya tantangan dalam pembinaan atlet usia muda, yakni masih adanya perbedaan filosofi bermain sepakbola di setiap daerah, sehingga perlu adanya kurikulum pembinaan yang standar.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *