Polresta Bandung Buru Otak Pelaku Perusakan Perkebunan Teh Pangalengan

Bandung Raya145 Dilihat

Kabupaten Bandung – Polresta Bandung masih melakukan pengejaran terhadap otak pelaku perusakan perkebunan teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang dilakukan melibatkan sejumlah warga beberapa waktu lalu.

Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono menjelaskan, pihaknya dua kali mendapat laporan peristiwa perusakan perkebunan teh Malabar itu. Sejumlah saksi pun sudah dilakukan pemeriksaan.

“Dari laporan sebelumnya, kini sudah naik ke penyidikan. Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, saat ini sedang melakukan pendalaman terkait peran masing-masing, termasuk kita akan mengejar aktor utama yang mendanai perusakan,” kata Aldi.

Baca juga: Anugerah Kebudayaan Kota Cimahi 2025 Jadi Spirit Hidupkan Budaya Sunda di Kehidupan Generasi Muda

Dikatakannya, otak pelaku yang dimaksud Aldi diduga mendanai perusakan dengan membagikan uang kepada masyarakat untuk menggerakkan mereka menebang tanaman teh di perkebunan Malabar.

Dari peristiwa yang terjadi pada 25 November lalu, kepolisian telah melakukan olah TKP. Aldi bahkan menyebut telah mengidentifikasi nama-nama pelaku penebangan tanaman teh di lokasi.

Dengan mencari aktor utama kasus tersebut, ia berharap semua pihak dapat belajar dari pengalaman, sehingga tidak akan ada lagi.

Baca juga: Ratusan Kilometer Jalan Selesai Diperbaiki Pemprov Lewat “Jabar Leucir”

“Hasil olah TKP ada tiga titik, yaitu di Bojongwaru,  kemudian di Cipicung 1 dan Cipicung 2 Perkebunan Malabar ini,”

Dari ketiga lokasi, kepolisian menghitung total lahan perkebunan teh yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab itu mencapai luas 14 hektar.

“Jadi, ini menjadi indikasi awal pintu masuk Polresta Bandung untuk melakukan serangkaian penyelidikan,” jelasnya.

Baca juga: Anugerah Gapura Sri Baduga Gali Inovasi Layanan Publik Desa dan Kelurahan di Jabar

Kepolisian mengaku sangat berhati-hati dalam menangani kasus tersebut. Pihaknya tak ingin masyarakat kecil menjadi korban. Kepada awak media, Aldi menyampaikan pentingnya edukasi dilakukan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming dari pihak manapun untuk melakukan perusakan.

“Karena kita tahu itu sangat berbahaya. Dan kalau tidak salah ada peraturan Gubernur soal alih fungsi,” lanjut Aldi.

Berdasarkan kajian yang diketahuinya, perusakan perkebunan teh berpotensi terjadinya bencana longsor dan banjir. Hal ya v menurutnya jangan sampai terjadi seperti yang menimpa warga di Sumatera.

Baca juga: Land Rover Club Bandung Gabungkan Petualangan dan Aksi Lingkungan dalam Liwet 5

Dampaknya mungkin bisa seperti di Sumatera hari ini. Kami harap masyarakat ini bisa teredukasi bahwa bahaya banjir ini luar biasa. Kepada para aktor kami imbau berhenti karena kami sedang mengejar anda,” tandanya.

Sebelumnya jagat maya diramaikan dengan adanya protes warga pekerja pemetik teh yang mendapati area perkebunan tempat mereka mencari nafkah justru dirusak oleh sekelompok orang, sehingga menyebabkan hilangnya penghasilan mereka dari aktivitas memetik teh.

Perusakan diduga sengaja dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki uang untuk mengalihfungsikan lahan perkebunan teh menjadi perkebunan sayuran.

Baca juga: Bikin Geram, Menhan Temukan Bandara di Sulawesi Tanpa Otoritas Negara: Ini Anomali

“Kalau kita lihat alih fungsi di sini, dari tadinya kebun teh menjadi sayuran seperti kentang wortel, dan sayuran lainnya. Selain membahayakan, ini juga melanggar hukum karena ini aset punya negara,” pungkasnya. ***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *