Pengusaha Hotel Jaringan Internasional Ini Optimis Bisnis Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Pesat

Wisata114 Dilihat

Kota Bandung – Dinamika bisnis parwisata di tanah air yang sempat tiarap akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, perlahan mulai bangkit, meski masih dihadapkan pada kendala kondisi perekonomian global yang masih memengaruhi.

Namun, kondisi demikian menurut salah seorang pengusaha hotel tanah air, Teenie Tantono, tak menyurutkan semangat untuk tetap menatap sektor pariwisata dengan optimisme tinggi.

Pemilik hotel Wyndhan Casablanca Jakarta itu yakin jika bisnis pariwisata, termasuk perhotelan di dalamnya, masih cukup menjanjikan. Bisnis ini pun menurutnya akan tumbuh dan berkembang dengan sangat baik.

Baca juga: Dinsos Kota Cimahi Sasar Pelajar Sosialisasikan Pengetahuan Kebencanaan

“Sangat optimis, dan kita berharap banyak kunjungan dari luar negeri, supaya dunia enterpreneur di Indonesia ini lebih cerah di masa depan,” tutur Teenie Tantono di sela-sela acara penyerahan hibah mockup room kepada Poltekpar NHI Bandung, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) itu diakui Teenie bukan kali pertama dilakukan perusahaannya. Beberapa kegiatan serupa rutin dilakukan meski dengan jenis yang berbeda.

“Dari sejak dulu kita punya kegiatan CSR dan kita sangat senang bisa melakukan ini. Jenisnya kadang berupa bantuan untuk panti yatim, perbaikan rumah masyarakat, dan di sektor pariwisata dengan Poltekpar NHI ini,” imbuhnya.

Baca juga: Wyndham Casablanca Jakarta Hibahkan Room Standar Internasional Kepada Enhaii Hotel

Dengan CSR yang dilakukan, Teenie berharap dapat membantu dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Ia juga menegaskan jika dari kegiatan CSR tersebut Wyndham tidak berharap mendapatkan timbal balik.

Sementara itu, Manager Area Wyndham Group Indra Budiman, memperkenalkan perusahaan tempatnya berkarya dalam sektor pariwisata, terutama yang berkaitan dengan hospitality (perhotelan).

Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu menurutnya merupakan perusahaan internasional yang memiliki jaringan hotel berjumlah ribuan dan tersebar di sejumlah negara di dunia.

Baca juga: Kapolsek Cipatat Sampaikan Klarifikasi Laporan Warga Atas Dugaan Peredaran Narkoba

“Wydham ini juga terdaftar di New York Stock Exchange, merupakan waralaba hotel yang memiliki 9600 hotel di seluruh dunia,” ungkapnya.

Di Indonesia, kata Indra, Wyndham saat ini memiliki lima hotel yang tersebar di Palembang, Jakarta, Surabaya, serta dua unit di Bali, dengan kemewahan menjadi ciri khas dan selaras dengan berkibarnya brand Wyndham.

“Kalau frenchise kita ada di Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali juga. Kalau merk dagang di bawah Wyndham yang sudah masuk ke Indonesia ada Wyndham, Ramada, Days Inn,” jelas Indra.

Baca juga: “Pikiran Terbaik Negeri 2025” Jadi Ajang Pertemuan Generasi Muda Indonesia Kreatif dan Inovatif

Tak sampai di situ, Wyndham sangat jeli dalam menangkap peluang bisnis pariwisata secara detail dengan menghadirkan Travel and Leisure untuk mengelola sejumlah hotel dan vacation club.

Kesuksesan membangun setiap detail bisnis pariwisata dan kemampuan menangkap peluang, menjadikan vacation club Wyndham sebagai yang terbesar di dunia.

“Saya mewakili Travel and Leisure merupakan induk perusahaan di bawah New Wyndham yang mengurusi hotel-hotel dan juga vacation club. Kita merupakan vacation club terbesar di dunia,” pungkasnya.

Baca juga: Polresta Bandung-FKUB Kabupaten Bandung Sepakati Sinergitas Jaga Keharmonisan Umat Beragama

Seluruh upaya dan capaian besar yang diraih Wyndham menjadi bukti optimisme akan berkembangnya bisnis pariwisata yang disampaikan sang owner ,Teenie Tantono, memang dapat terwujud sesuai harapan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *