KDM Terapkan Pembelajaran Daring pada Sekolah Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jawa Barat66 Dilihat

Kota Bandung – Mengamati perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan terjadinya sebaran abu vulkanik ke sejumlah daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan imbauan terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa sekolah.

Melalui video yang diunggah pada Minggu (6/9/2026) malam, Dedi Mulyadi menyarankan kepada para kepala sekolah agar menerapkan KBM secara daring. Sistem tersebut diterapkan terutama di daerah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

“Kami sampaikan, untuk wilayah yang intensitas sebaran abu vulkaniknya tinggi, seperti Bogor dan sukabumi, serta daerah lain, para kepala sekolah terhitung mulai hari Senin tanggal 7 September 2026, bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem pembelajaran secara daring,” kata Dedi Mulyadi (KDM).

Baca juga: Begini Pertimbangan Kemenhub RI Hentikan Operasional Bandara Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ia berharap informasi yang disampaikannya itu menjadi pedoman bagi para kepala sekolah untuk menerapkan KBM daring demi mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap warga sekolah.

“Semoga kita dapat beraktivitas sebagaimana mestinya dengan memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan kita semua,” harapnya.

KBM secara daring juga diterapkan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian untuk sekolah dan jenjang pendidikan yang menjadi kewenangannya. Melalui akun Facebook pribadinya, wahyu mengaku telah mengkoordinasikan kebijakan sekolah secara daring.

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub RI Hentikan Operasional Sejumlah Bandara

Pengumuman penerapan pembelajaran daring tersebut disampaikan Wahyu, menyusul banyaknya pertanyaan dari masyarakat terkait KBM di Kabupaten Cianjur, di tengah berlangsungnya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau

“Banyak yang bertanya mengenai proses belajar mengajar di Kabupaten Cianjur. Kami sampaikan, bahwa kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan kepada para kepala sekolah,” kata Wahyu.

Alhasil, ia mempersilakan para kepala sekolah,terutaa di wilayah dengan sebaran abu vulkanik tinggi untuk menggelar KBM secara daring atau menerapkan pembelajaran jajrakjauh (PJJ).

Baca juga: Di Tengah Isu Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Pagi Ini

“Saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan pembelajaran online/daring/jarak jauh, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan,” imbuhnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *