Begini Tujuan Besar KDM Integrasikan Gedung Sate dan Gasibu: Demonstrasi Tak Ganggu Lalin

Jawa Barat159 Dilihat

Kota Bandung – Proyek pembenahan halaman Gedung Sate mulai dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di awal April 2026.

Sesuai rencana yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada berbagai kesempatan, melalui proyek beranggaran lebih dari Rp15 miliyar tersebut, halaman Gedung Sate akan disatukan dengan Lapangan Gasibu.

Kepada wartawan, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dengan halaman yang lebih luas, maka kegiatan demonstrasi yang kerap berlangsung di depan Gedung Sate tak akan mengganggu lalu lintas.

Baca juga: SPPG Ber-SLHS Meningkat, BGN Targetkan Agustus 2026 Seluruhnya Bersertifikat

“Bagaimanapun, era demokratisasi melahirkan demonstrasi. Setiap terjadi unjuk rasa, jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan di Kota Bandung yang parah,” ungkap Dedi Mulyadi.

KDM (sapaan akrab Dedi Mulyadi) memberikan gambaran bahwa nantinya lalu lintas akan melingkari ujung Lapangan Gasibu sebelah utara.

Dengan demikian, aktivitas di depan Gedung Sate tak akan terganggu. Atau sebaliknya, aktivitas juga tak akan mengganggu lalu lintas. Ia juga memastikan proyek tersebut tak membuat jalan Diponegoro tertutup.

Baca juga: Polres Cimahi Amankan 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

“Jalannya nanti melingkar, nanti (lalu lintas) muter ke depan Pullman, belok kanan, nanti sebagian Gasibu digunakan untuk jembatan di ujungnya, jadi lebih baik,” jelas KDM.

Menjawab pertanyaan awak media soal prasasti, KDM memastikan benda bersejarah tersebut akan tetap pada tempatnya, tak terpengaruh proyek tersebut.

“Prasasti tiak akan digeser, yang ada adalah penataan halaman jauh lebih bagus.Sehingga tinggi halaman Gasibu tuh sama dengan tinggi halaman Gedung Sate,” imbuhnya.

Baca juga: Sempat Viral Kasus Dugaan Penculikan Anak SMP, Begini Penjelasan Polisi

Sehingga nanti ke depan tidak akan pernah itu terjadi, karena jalan Diponegoro-nya tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh berbagai kegiatan di halaman Gedung Sate.

Salah satu pernyataan menarik dari KDM adalah ketika menyebut Lapangan Gasibu selama ini terkesan seperti halaman dari hotel Pullman.

“Halamannya nanti terbuka lebih luas, lebih lebar, dan Gasibu tidak menjadi halaman Pullman. Hari ini Gasibu kan kesannya menjadi halaman Pullman bukan halaman Gedung Sate” ujarnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *