Tak Terima Ditegur Saat Mokel, Preman di Garut Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat

Jawa Barat176 Dilihat

Kota Bandung – Media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan perkelahian antar Kapolsek Pakenjeng, Polres Garut, dengan seorang preman yang kerap dipanggil Tito Kobra.

Perkelahian yang diketahui terjadi pada Jumat (13/3/2026) sore itu, terlihat Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat hendak mengamankan Tito Kobra berserta senjata tajam yang dibawanya.

Kapolsek tampak memaksa sang preman masuk ke dalam mobil patroli dengan niat untuk membawanya ke kantor polisi. Namun Tito Kobra tampak terus meronta dan mencoba melawan agar tidak dibawa.

Baca juga: Buka Puasa Seru Ala Himpunan Alumni IPB di Pesantren Khusus Yatim

Keterangan dalam video menyebutkan, Kapolsek hendak membawa Tito karena sempat mengancam akan membunuh dirinya bersama Camat Pakenjeng.

Kejadian bermula pada 10 hari sebelumnya, Kapolsek Muslih hendak pulang dari kegiatan safari Ramadan sambil melakukan patroli di PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) Pakenjeng.

“Saat di lokasi PLTM, saya merasa aneh ada banyak motor tetapi orangnya tidak ada. Kemudian saya telusuri orang-orangnya ada di bawah sedang minum-minum,” ungkap Muslih.

Baca juga: Gubernur Jawa Barat Kucurkan Rp6,9 Miliar Dana Kompensiasi Sopir Angkot yang Diliburkan

Meski sempat menegur kegiatan mereka dan mendata delapan pemuda yang terlibat, tak ada reaksi apapun dari mereka saat itu.

Namun tak disangka, pada Jumat kemarin Muslih yang sedang melakukan kegiatan berbagi takjil dihampiri Tito Kobra. Ia mengaku tersinggung atas patroli sebelumnya dan mengancam akan membunuh Muslih.

“Kalau begitu “ku aing dipaehan” Camat sakalian jeung Kapolsekna (akan saya bunuh camat sekalian dengan Kapolseknya),” kata Muslih menirukan ucapan Tito.

Baca juga: Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Prabowo Minta Kabinet Rumuskan Penghematan BBM

Disitulah insiden terjadi, ketika Iptu Muslih hendak mengamankan Tito, namun justru mendapat perlawanan dari preman yang terkenal kerap meresahkan di wilayah Pakenjeng itu.

Setelah berhasil dilumpuhkan, didapati senjata tajam berupa golok kecil yang dibawa Tito. Pada akhirnya Muslih membiarkan sang preman dan tidak melanjutkan proses hukum ataupun pelaporan.

“Meskipun kelakuannya seperti itu, yang bersangkutan adalah masyarakat saya. Sudah menjadi kewajiban saya melakukan pembinaan meskipun nyawa terancam,” ucap Kapolsek Pakenjeng.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *