Raih Kepercayaan Tinggi, Baznas Kabupaten Bandung Optimis Capai Target Pendapatan Rp18 Miliar

Bandung Raya761 Dilihat

Kabupaten Bandung – Kepercayaan masyarakat dan para mustahik (pembayar zakat) terhadap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung semakin meningkat.

Kapercayaan tersebut menjadikan Baznas Kabupaten Bandung optimis pendapatan zakat, infak dan sedekah (ZIS) tahun ini akan kembali meningkat.

Berkat kepercayaan mustahik yang meningkat juga, Ketua Baznas Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi Lc., MA, yakin target Rp18 miliar tahun ini akan tercapai.

Baca juga: Mudik Lewat Tol? Perhatikan Penerapan Sistem One Way Hari Ini

“Alhamdulillah kepercayaan juga semakin meningkat. Pak Bupati, Pak wakil Bupati, Ibu Ketua DPRD dan perangkat Pemerintah Daerah dan para Asisten, mereka berzakat secara terbuka melalui Baznas Kabupaten Bandung,” ungkap Yusuf.

Keyakinan Yusuf tersebut bukan tanpa alasan, dirinya melihat pendapatan yang diraih pada awal 2026 yang meningkat signfikan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Januari 2025, kata Yusuf, pendapatan Baznas Kabupaten Bandung mencapai Rp400 juta. Sedangkan pada Januari 2026 pendapatannya sudah lebih dari Rp400 juta.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dapat Diskon 10 Persen, Begini Caranya

Meningkatnya pendapatan menjadi indikator terjadinya peningkatan animo masyarakat dalam menyalurkan ZIS melalui lembaga yang dipimpinnya itu.

“Tahun ini pendapatan kita ditargetkan Rp18 miliar, karena sebelumnya kita Rp17 miliar. Kami sudah punya pola dan insyaAllah target itu akan tercapai,” ujarnya usai menghadiri Buka puasa bersama PWI Kabupaten Bandung, Rabu (18/3/2026).

Yusuf mengatakan, masyarakat kini sudah semakin percaya memilih Baznas sebagai lembaga penampung ZIS karena beberapa manfaat dan kelebihan yang dimiliki oleh lembaga resmi pemerintah itu.

Baca juga: Rayakan Lebaran 2026, 70 Persen Warga Tinggalkan Kota Cimahi

“Karena dengan Baznas, maka paling tidak terbebas dari riya, karena tidak diketahui oleh mustahik secara langsung. Kemudian terjaga dari kesombongan karena tidak diketahui secara langsung siapa penerianya.

Dalam acara bukber juga Yusuf menjelaskan terkait skema distribusi yang dilakukan Baznas Kabupaten Bandung. Ia mengelompokkannya dalam dua bagian, yakni yang bersifat konsumtif dan produktif.

Menariknya, dijelaskan Yusuf bahwa pada Ramdan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, distribusi dana lebih banyak pada hal yang bersifat konsumtif seperti makanan pokok bekal ibadah, penyaluran Al-Quran, dan pengiriman ustadz.

Baca juga: Pasar Soreang Ambruk, Bupati Bandung Minta Pengelola Tanggung Jawab Penuh

“Penyaluran Al-Quran dilakukan untuk pengentasan buta huruf Al-Quran. Sedangkan pengiriman ustadz untuk memimpin ibadah tarawih dan mengajarkan Al-Quran yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Distribusi konsumtif lainnya adalah pembagian sembako yang dilaksanakan dengan Kementerian Agama, serta ormas, panti, dan lembaga lainnya.

Namun hal menarik juga disampaikan Yusuf, yakni banyaknya proposal permohonan bantuan yang ia terima antara 20-30 proposal per hari.

Baca juga: PTDI Kembali Gulirkan Program Mudik Gratis, Rombongan Dilepas Wagub Jabar Hari Ini

Meski dirinya tak merasa keberatan, namun setiap proposal dipastikan selalu melewati proses verifikasi untuk menentukan skala prioritas.

“Kebutuhannya ada untuk membangun sarana pendidikan, sarana MCK, dan lain-lain. Kalau misalkan masuk dengan RKAT dan ketersediaan keuangan kita, maka kita support,” kata Yusuf.

Ia berharap jumlah pendapatan seimbang dengan jumlah pengajuan bantuan melalui proposal. Diakui Yusuf, saat ini hal tersebut masih belum seimbang, jumlah proposal masih melebihi jumlah pendapatan.

Baca juga: Kuota Mudik Gratis Terus Ditambah, Bupati Bandung Targetkan Seribu Peserta Tahun Depan

“Ke depan kami berharap ini balance antara yang menitip amanahnya banyak, dengan penerimanya juga banyak,” pungkasnya.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *