Pohon Tumbang Kembali Tutup Akses Kawasan Pemkot Cimahi

Bandung Raya800 Dilihat

Kota Cimahi – Pohon tumbang kembali terjadi di jalan Demang Hardjakusumah, kompleks Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Minggu (29/3/2026).

Terdapat dua titik pohon tumbang di ruas jalan penghubung jalan Daeng Ardiwinata (Cihanjuang) dengan jalan Ciawitali, yakni di depan gerbang kantor Wali Kota Cimahi dan di U-turn ujung sebelah barat jalan tersebut.

Pohon tumbang terjadi bersamaan dengan hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Kota Cimahi pada sekira pukul 12.45 WIB.

Baca juga: Palawi Risorsis Tegaskan Pohon Tumbang di Kawasan Wisata Rahong Murni Faktor Alam

Sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi bergerak cepat terjun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi pohon yang tumbang dan menutup ruas jalan Demang Hardjakusumah.

Dahan berukuran besar dan panjang dipotong terlebih dahulu oleh petugas menjadi ukuran lebih pendek untuk memudahkan proses evakuasi.

Mereka bergegas melakukan proses evakuasi meski hujan masih mengguyur cukup deras. Sementara kendaraan diputarbalikan, baik dari Ciawitali maupun dari Cihanjuang.

Baca juga: Optimis Mampu Produksi Mandiri, Menteri ESDM Sebut Setop Terbitkan Izin Impor Solar

Hujan lebat juga menyebabkan sejumlah ruas jalan di sekitarnya megalirkan air yang cukup deras. Beberapa diantaranya bahkan cukup dalam, termasuk di depan kolam renang Ciawitali.

Beruntung saat peristiwa terjadi, situasi lalu lintas di jalan Daeng Ardiwinata masih cukup lengang, sehingga tidak terjadi kemacetan atau antrian menjelang bundaran.

Cuaca ekstrem belakangan terjadi diduga merupakan fenomena masa peralihan menuju musim kemarau yang menurut BMKG diprediksi mulai terjadi bulan April 2026.

Baca juga: Jumlah Kunjungan Wisatawan Meledak, Wali Kota Bandung Prediksi Capai Satu Juta

BMKG juga selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati atas potensi terjadinya hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kewaspadaan juga harus diperhatikan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genanangan, hingga longsor dan tanah bergerak.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *