Tutup Operasi SAR Longsor Cisarua, Tim Evakuasi 94 Kantong Jenazah, Puluhan Teridentifikasi

Jawa Barat30 Dilihat

Bandung Barat – Operasi Pencarian dan evakuasi korban bencana longsor Cisarua resmi dihentikan seiring berakhirnya masa tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan Bupati Bandung Barat untuk 14 hari sejak terjadi peristiwa Sabtu (24/1/2026).

SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana menyampaikan laporan hasil evaluasi kegiatan pencarian korban (operasi SAR) yang dilakukan SAR Gabungan dalam 14 hari terakhir di lokasi bencana, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Ade menuturkan, sebanyak 94 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi tim SAR Gabungan selama masa operasi. Seluruh kantong jenazah diserahkan kepada tim Disaster Victim (DVI) Identification untuk dilakukan proses identifikasi.

Baca juga; The Voice Fest at Braga, Cara Penerbit Erlangga Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

“Hingga hari ke-14, Basarnas dan SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi sebanyak 94 kantong jenazah dari target 80 korban,” kata Ade, Jumat (6/2/2026).

Data hasil identifikasi yang dilakukan tim DVI Polri juga disampaikan Ade. Hingga hari terakhir operasi SAR, pukul 14.00 WIB, dilaporkan sebanyak 74 korban dari 77 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi. Sementara sisanya masih dalam proses identifikasi lanjutan.

Selama operasi SAR berlangsung, kata Ade, diterjunkan lebih dari 3.100 personel SAR Gabungan. Kegiatan juga didukung sejumla alat berat, ambulans, drone, hingga anjing pelacak K9.

Baca juga: Program Rutilahu Polresta Bandung Beri Harapan Baru Keluarga Kurang Mampu

Pencaraian korban di lokasi bencana kaki Gunung Burangrang seluar 15,7 hektar itu juga disebutnya menjadi medan yang cukup berat bagi para petugas. Pasalnya, selain terjal, tanah di lokasi pencarian juga cukup labil.

Sementara sejak hari pertam operasi SAR Berjalan, cuaca ekstrem dengan hujan lebat yang menguyur dengan durasi yang cukup lama juga menjadi tantangan, bahkan berimplikasi pada keselamatan petugas.

Dengan beralihnya dari masa tanggap darurat menjadi masa pemulihan, maka pola operasi juga akan dilakukan penyesuaian, yakni dengan tetap membuka penanganan terbatas, terutama jika informasi yang kredibel.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Berakhir Hari Ini, Operasi SAR Longsor Cisarua Dihentikan

“Kami menegaskan bahwa setiap keputusan diambil dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Negara siap hadir melalui pendampingan pelayanan administratif dan pemenuhan hak-hak keluarga korban,” sambungnya.

Basarnas jugamenyampaikan aresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalamrangkaian operasi SAR,termasuk kepda media yang selalu mempubikasikan seluruh kegiatan operasi SAR.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *