Seskab Bantah Program MBG Sedot Program dan Anggaran Pendidikan

Nasional31 Dilihat

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya angkat bicara soal adanya pandangan sejumlah pihak yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi program dan anggaran pendidikan.

Dalam anggapan itu disebutkan, pengurangan program dan anggaran pendidikan menyebabkan banyak hal pada sektor pendidikan yang akhirnya terabaikan, baik kualitas pendidikan maupun minimnya perhatian terhadap guru.

Teddy menegaskan, pandangan dan anggapan tersebut keliru. Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah mengurangi program dan anggaran pendidikan.

Baca juga: Sukseskan Program Mudik Gratis Pemprov Jabar, Ini yang Disiapkan Dinas Perhubungan

“Itu narasi yang keliru. MBG itu bertujuan meningkatkan kualitas SDM, dalam hal ini siswa dari PAUD sampai SMA dan setingkatnya,” kata Teddy, Jumat (27/2/2026).

Menyoal anggaran pendidikan, prajurit TNI berpangkat Letnan Kolonel itu memastikan bahwa anggaran yang digulirkan pemerintah pada sektor pendidikan telah melalui persetujuan DPR RI sejak September 2025.

Sehingga menurutnya, tidak ada anggaran pendidikan yang dikurangi pada anggaran 2026. Ia bahkan membeberkan sejumlah program tambahan yang digulirkan Presiden Prabowo pada sektor pendidikan.

Baca juga: Lewat Super Aps Sapawarga, Diskominfo Jabar Permudah Akses Informasi Mudik Idulfitri 1447 Hijriyah

Apakah Program MBG ini mengurangi pendidikan, saya jawab tidak. Faktanya tidak ada program dari periode sebelumya dihentikan, semuanya berjalan bahkan ditambah,” tegasnya.

Beberapa kebijakan yang masih dipertahankan pemerintah dalam dunia pendidikan disebutkan Teddy diantaranya Kartu Idonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP)

Presiden menurut Teddy bahkan menggulirkan kebijakan tambahan seperti program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, pembangunan sejumlah kampus baru, hingga pengadaan tv digital untuk pembelajaran di 280.000 Sekolah Dasar.

Baca juga: Wali Kota Cimahi Tegaskan Program Sibesti Hanya Bagi Warga Kurang Mampu

“Dalam satu tahun saja sudah hampir 16.000-20.000 siswa dalam 166 Sekolah Rakyat (SR). Tahun ini akan dibangun lagi 100 SR untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, bahkan yang tidak pernah sekolah,” ungkapnya.

Kepada awak media, Teddy juga menepis anggapan adanya sekolah terbengkalai akibat digulirkannya program MBG. Dijelaskannya, pemerintahan Prabowo justru telah melakukan renovasi terhadap 16.000 sekolah rusak.

Dalam perbaikan sekolah yang sebetulnya merupakan kewenangan pemerintah daerah itu disebutkan Teddy bahwa pemerintah pusat menggelontorkan anggaran hingga Rp17 triliun di sepanjang 2025.

Baca juga: Kodiklatad dan Bank Mandiri Teken Kerja Sama Pelestarian Wilayah Cisanti Lewat Budi Daya Kopi

“Datanya ada, fotonya ada, dengan anggaran totalnya Rp17 triliun diwadahi oleh Kemendikdasmen. Tambahan lainnya ada tv digital untuk pembelajaran sekolah. Tahun 2025 jumlahnya 280 ribu unit tv di 280 ribu sekolah,” sambung Teddy.

Pemerintah, lanjut Teddy, juga tetap menaruh perhatian kepada tenaga pendidik (guru) dengan meningkatkan besaran insentif yang diterima para guru honorer.

Meski merupakan kewengan pemerintah daerah, ia menyebut pemerintah pusat menaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu per bulan, padahal dalam 20 tahun terakhir tidak pernah mengalami kenaikan.

Baca juga: DBMPR Provinsi Jawa Barat Siap Kawal Pemudik dengan Puluhan Posko dan Unit Perbaikan Jalan

“Kemudian ada juga tunjangan guru non ASN, jumlahnya dari 1,5 juta tahun lalu, naik menjadi 2 juta,” kata Teddy.

Pemerintah dalam kepemimpinan Prabowo juga disebutnya menaruh perhatian soal distribusi insentif bagi guru honorer.Jika sebelumnya disalurkan dalam bentuk dana transfer daerah, Prabowo mengubahnya menjadi langsung ditransfer ke penerima.

“Dulu melalui dana transfer daerah, sehingga daerah yang memberi, dan itu tiga bulan sekali baru dapat. Nah, Tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan langsung diberikan ke gurunya, dan itu sudah berjalan diwadahi Kemendikdasmen,” tandasnya.

Baca juga: Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Pemprov Jabar, Herman Suryatman: Capaian Kinerja Bukan Autopilot

Dengan penjelasannya tersebut, Teddy berharap menjadi penjelasan sekalius bantahan atas anggapan yang menyebut program MBG mengurangi anggaran pendidikan dan membuat guru terbengkalai.

“Jadi, tidak ada program dan anggaran pendidikan yang dikurangi, tapi justru lebih detail dan fokus kepada gurunya, siswanya, dan sekolahnya,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *