Seluruh Wilayah Cimahi dalam Ancaman Bencana, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan

Jawa Barat18 Dilihat

Kota Cimahi – Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi membuat seluruh wilayah di Kota Cimahi berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan saat ditemui di ruang kerjanya di Cmahi, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, cuaca yang terlampau sangat ekstrem kali ini membuat seluruh wilayah Cimahi alam ancaman bencana, seperti banjir, banjir bandang, sesar Lembang, serta jenis potensi bencana lainnya.

Baca juga: Siswa Kurang Mampu di Sekolah Swasta Bakal Terima Beasiswa Pemprov Jabar, Begini Penjelasan KDM

“Kalau berdasarkan petunjuk dokumen kajian resiko bencana, di Cimahi itu ada 10 ancaman, banjir, banjir bandang, sesar Lembang, gagal teknologi dan lainnya, dengan keadaan cuaca ekstrem, Kata Fithriandy Kurniawan.

Telebih lanjut Andy, sejak beberapa waktu terakhir BMKG Selalu menyampaikan rilis terkait cuaca ekstrem yang masih melanda sepertiga wilayah pulau Jawa, termasuk Kota Cimahi.

Dengan demikian, Cimahi sendiri menurutnya saat ini masih dalam status siaga darurat geohidrometeorologi. Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu siaga., disamping pihaknya sendiri memperkuat kesiapsiagaan.

Baca juga: Meski Jalan Nasional, Pemprov Jabar Rencanakan Rekonstruksi Jalan Pasteur Gunakan APBD

“Dalam status ini, kami menyiapkan personel, peralatan, dan para stakeholders kebencanaan untuk satu tingkat lebih sigap kalau nanti diperlukan untuk pengerahan, penanganan, dan distribusi,” ungkapnya.

Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir pernah terjadi di Kelurahan Utama. Peristiwa tersebut berskala besar karena menyebabkan 130 kepala keluarga atau 1.300 jiwa terdampak.

Cuaca ekstrem menjadi penyebab terbesar pada bencanayang terjadi. Penyebab tersebut menurut Andy tak bisa ditahan, hanya bisa diantisipasi dengan kesiapsiagaan berbagai pihak dalam upaya mengurangi risikonya.

Baca juga: Petugas Masih Lakukan Pencarian Wanita Diduga Hanyut di Sungai Cijagra Kutawaringin

“BMKG per Januari mengeluarkan rils bahwa puncak musim hujan ini masuk di bulan maret, kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya di akhir Januari atau Februari. Jadi, kali ini lebih panjang,” ujarnya.

Lalu, Antisipas Seperti Apa yang Dilakukan BPBD?

Fithriandy menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi, baik di internal BPBD sendiri dengan penigkatan kapasitas SDM, penyediaan logistik, hingga aplikasi teknologi seperti Early Waring System (EWS).

Dikatakan Andy, pihaknya pada 2026 ini akan memasang EWS di delapan titik yang tersebar di Wilayah Cimahi. Dengan tersebut, masyarakat dapat mengetahui ketinggian muka air, sebagai peringatan akan potensi banjir.

Baca juga: Hingga Hari ke-11 Longsor Cisarua, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 83 Kantong Jenazah

Sementara upaya lain yang bersifat eksternal juga dilakukan BPBD Kota Cimahi berupa peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan.

“Kita terus berusaha membuat masyarakat bisa, mengerti, dan tahu bagaimana evakuasi mandiri dan evakuasi lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga,” jelasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *