Purbaya Janji Blacklist Alumni LPDP Dianggap Hina Negara

Nasional61 Dilihat

Jakarta – Menteri Keuagan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan keras soal adanya alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang dianggap merendahkan Indonesia, menyusul anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.

Purbaya mengaku menyesalkan hal tersebut dan dengan tegas mengatakan akan menegakkan aturan LPDP, diantaranya sang alumni harus menyelesaikan tanggung jawabnya.

Tak hanya itu, Purbaya juga menyebut akan meminta yang alumni yang diketahui bernama Dwi Sasetyaningtyas bersama suaminya yang juga penerima beasiswa LPDP untuk mengembalikan uang pendidikan mereka.

Baca juga: Tiba di Maumere, KDM Segera Terbangkan Belasan Korban TPPO ke Bandung

“Tadi kita bicara dengan suaminya, dan dia setuju mengembalikan uang yang dipake dari LPDP termasuk bunganya. Kalau saya taruh uangnya di Bank ada bunganya kan?,” ungkap Menkeu di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Tak hanya meminta mengembalikan uang pendidikan ke LPDP, Purbaya juga berjanji akan mem-blacklist pasutri alumni LPDP itu untuk tidak bisa masuk dalam pemerintahaan RI.

“Nanti saya akan blacklist dia, di seluruh pemerintahan gak akan bisa masuk,” tegasnya.

Baca juga: Baznas Cimahi Jelaskan Besaran dan Distribusi Fidyah Ramadan 1447 Hijriyah

Baru-baru ini publik dibuat heran, bahkan sebagian geram setelah mengamati ungkapan alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas yang dianggap merendahkan negaranya sendiri, Indonesia.

Dalam unggahannya di media sosial, Dwi Sasetyaningtyas memamerkan selembar kertas sebagai bukti anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.

“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan,” begitu kalimat yang dibagikan Di dalam unggahannya yang memantik kemarahan sejumlah warganet.

Baca juga: Berapa Besaran Zakat Fitrah Ramadan 1447 Hijriyah? Ini Penjelasan Baznas Cimahi

“Saya harapkan teman-teman yang dapat pinjamam LPDP, kalau gak seneng ya jangan hina-hina negara lah. Jangan begitu, itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita Tumbuh,” tambah Purbaya.

Dirinya mengaku tak setuju jika uang yang sudah dikeluarkan negara untuk biaya pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM justru berbalik menghina negara.

“Kalau dipake menghina negara ya kita minta uangnya dengan bungaya kalau begitu. Gak apa-apa kalau gak patriotis tapi jangan menghina negara,” tandasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *