Potensi Longsor Ancam Keselamatan, Warga Desa Sukajaya Lembang Terpaksa Mengungsi

Bandung Raya69 Dilihat

Bandung Barat – Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) lalu menjadi perhatian masyarakat luas, bahkan menjadi isu nasional karena dampaknya yang cukup dahsyat.

Namun disaat bersamaan, bencana longsor juga terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di Kampung Sukadami, pasangan suami istri tewas tertimbun material longsoran yang terjadi pada pukul 03.00 WIB.

Berkaca pada peristiwa tersebut, Kepala Desa Sukajaya Asep Jembar berinisiatif membangun tenda pengungsian bagi warga di Kampung Cihaseum Cipariuk, untuk menghndari risiko yang sama.

Baca juga: Ratusan Pelajar Ikuti Persami KKRI Lanud Sulaiman, IQ Tinggi Bisa Jadi Penerbang

Dalam sepekan terakhir, Sebanyak 16 kepala keluarga (KK), 4 jiwa mengungsi di tenda darurat tersebut demi menghindari potesi bencana yang sangat besar di kampung mereka.

Disinggung soal kemungkinan merelokasi warga di kampung Cihaseum Cipariuk, Kepala Desa mengatakan saat ini sedang dalam pertimbangan, namun menjadi perhatian besar pihaknya bersama pemerintah secara vertikal.

“Kalau menurut kasat mata kita, sebenarnya lokasinya terlalu ekstrem karena dihimpit dua tebing dan bersebelahan juga dengan sungai Cihaseum. Ketika terjadi longsor bisa menjadi bendungan air. Nanti kalau jebol bisa menimbulkan banjir bandang,” jelas Asep.

Baca juga: Tutup Operasi SAR Longsor Cisarua, Tim Evakuasi 94 Kantong Jenazah, Puluhan Teridentifikasi

Penyataannya tersebut juga diamini oleh Camat Lembang Bambang Eko Setyowahjudi yang menurut Asep telah meninjau kondisi kampung Cihaseum Cipariuk yang kondisinya membahayakan warga setempat.

Tak hanya itu, pihak geologi juga disebutnya telah melakukan survei lokasi. Saat ini semua pihak tinggal menunggu hasil dari analisa geologi yang dilakukan dua hari lalu.

“Yang menentukan adalah geologi, alhamdulillah dua hari ke belakang sudah disurvei, tinggal menunggu hasil. KDM juga secara lisan sudah menyampaikan imbaun untuk relokasi saja,” ungkap Asep.

Baca juga: The Voice Fest at Braga, Cara Penerbit Erlangga Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

Kampung Cihaseum yang berpenduduk 30 kepala Keluarga dengan 22 rumah itu pernah mengalami longsor bersamaan dengan peristiwa longsor Cisarua di Desa Pasirlangu. Longsor tersebut berdampak pada tertutupnya akses warga.

Maka tenda darurat dibangun untuk mengantisipasi kejadian lebih parah dan menelan potensi munculnya korban jiwa. Warga memanfaatkan tenda tersebut ketika di malam hari serta saat hujan megguyur dalam durasi lama.

“Kalau cuaca mendukung bisa saja mereka bolak-balik ke rumah masing-masing. Tapi kalau cuaca buruk dan malam hari kita imbau untuk tetap berada di tenda darurat saja,” kata Asep.

Baca juga: Program Rutilahu Polresta Bandung Beri Harapan Baru Keluarga Kurang Mampu

Kepala Desa sudah memastian bahwa pasokan bahan makanan dan sembakosampai saat ini dalam kondisi aman dan tak pernah kekurangan. Para pengungsi mendapatkan sembako untuk di rumah masing-masing , namun tetap mendapatkan dua kali makan setiap hari dari dapur umum.

Selain itu, dari total 30 KK hanya 16 KK yang mengisi tenda darurat karena tidak memiliki tempat lain untuk berlindung. Sebagian dari mereka mengungsi di rumah kerabat yang lebih aman.

“Untuk keperluan sembako dari tanggal 1 Februari 2026 tidak kekurangan. Malah ada dua supply, satu paket sembako bisa dibawa pulang, tapi makan pagi dan sore juga dimasakin di tenda pengungsian,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *