Pagi Ini KDM Bertolak Menuju Maumere Jemput 13 Warga Jabar Dugaan Korban TPPO

Jawa Barat91 Dilihat

Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memenuhi rencananya menjemput 13 warga Jabar yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Minggu (22/2/2026), Dedi Mulyadi mulai bertolak dari kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, dengan membawa serta anak kesayangannya Ni Hyang.

Momen Keberangkatannya ke Maumere juga dibagikan Dedi Mulyadi yang juga akrab disapa KDM melalui sebuah video yang diunggah melalui akun media sosial prbadinya.

Berita terkait: DP3AKB Jabar Pastikan KDM Segera Jemput 13 Korban TPPO di NTT

“Kita mau perjalanan menuju Maumere untuk menjemput 13 warga Jawa Barat yang mendapat dugaan kekerasan, pelecehan seksual di Maumere,” kata KDM.

Menurutnya, ketiga belas warga Jabar itu berasal dari Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Cianjur, Kota Bandung , dan Kabupaten Bandung.

“Semoga perjalanannya lancar ya,” ucapnya.

Baca juga: Tekad Bupati Bandung Realisasikan Janji Politik Saat Anggaran Hilang Satu Triliun

Kasus dugaan TPPO yang menimpa 13 warga Jawa Barat, sebelumnya mulai ditangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Dalam merencanakan pemulangan para korban, DP3AKB telah melakukan koordinasi bersama Tim Hukum Jabar Istimewa, OPD lainnya, Polda Jabar, serta Polda NTT dan instansi lainnya di Kabupaten Sikka.

“Setelah kami mendapatkan berita dari Pak Gubernur, kami langsung berkoordinasi dengan Pak Karo Hukum, Pa Kaban Kesbangpol dan Kadiskominfo, untuk mengecek kasus ini bersama Tim Hukum Jabar Istimewa juga pastinya,” ungkap Siska saat ditemui di Bandung Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Cimahi Kejar Zero to TPA, Targetkan 2029 Seluruh Sampah Terkelola

Dari informasi yang terakhir dibagikan, para korban saat ii sudah berada di sebuah penampungan yang aman setelah mereka diselamatkan oleh Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang diketuai seorang Biarawati bernama Suster Ika.

Biarawati tersebut juga yang disebut menyelamatkan para korban dari sebuah klub malam di Maumere, Kabupaten Sikka. Korban mengaku mendapatkan pelecehan serta diperlakukan tidak layak.

Kasus dugaan TPPO itu mencuat setelah Suster Ika melalui sebuah video call meghubungi Gubernur KDM beberapa waktu lalu.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *