Memilukan, Dua Balita Kakak Beradik Jadi Korban Longsor Pangalengan

Bandung Raya24 Dilihat

Kabupaten Bandung – Seorang anak berusia lima tahun bersama adiknya berusia 3 bulan menjadi korban bencana tanah longsor di Kampung Mekarsari, Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (1/2/2026).

Persitiwa tanah longsor Pangalengan terjadi pada sekira pukul 14.230 WIB. Saat itu kedua balita kakak beradik sedang berada menikmati makan siang di bagian dapur rumah mereka.

Nahas, mski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa keduanya tak sempat terselamatkan setelah material longsor menjebol ruangan tempat mereka makan serta menimpa kakak beradik itu.

Baca juga: Jadwal Pertandigan Persib Sepanjang Februari 2026 dari Super League Hingaa ACL Two

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat bertakziyah mengatakan, nyawa kedua balita tersebut tak terselamatkan saat dibawa ke rumah sakit.

“Saya merasa prihatin atas kejadian longsor yang menimbulkan dua korban jiwa ini dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ucap Bupati.

Longsor disebutkan terjadi akibat hujan deras yang megguyur kawasan dan menyebabkan tanah yang berada tak jauh dari rumah korban seketika longsor dan menimpa bagian dapur.

Baca juga: Perluas Area Pencarian Korban Longsor Cisarua, Tim SAR Gabungan Temukan Empat Kantong Jenazah

Diketahui, rumah tersebut merupakan tempat tinggal pasangan suami istri Ato dan Desi, serta kedua anaknya yang menjadi koran, yakni Rere (5) dan Aldi (3 bulan).

Bupati juga memastikan akan mengevakuasi seluruh warga dari enam rumah yang berada di sekitar lokasi, untuk menghindari potensi longsor susulan.

“Nanti kita akan berikan biaya untuk mengontrak rumahnya selama tiga bulan sementara,” kata Bupati.

Baca juga: Satu Lagi, Dion Markx Siap Perkokoh Lini Pertahanan Persib

Ia melanjutkan, selama warga tinggal di rumah kontarakan, pihaknya mempersiapkan tiga rumah baru bagi warga terdampak, yang akan dibangun melalui skema Program Perbaikan Rutilahu.

“Saya mengimbau para kepala desa bersama BPBD agar terus melakukan mitigasi bencana, sigap memberikan informasi, dan mengantisipasi potensi bencana susulan,” tandasnya.

Sementara itu, BPBD melaporkan hasil asesmen yang mencatat ketinggian tebing longsor mencapai 15 meter, dengan panjang 6 meter.

Baca juga: Gunakan Pesawat, Pemkab Bandung Tebar Jutaan Bibit Pohon di Lahan Sulit Terjangkau

Selain akan membangun tembok penahan tanah (TPT), Pemkab Bandung juga dikabarkan akan menanam pohon akar awangi di sejumlah titik rawan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *