Korban Longsor Cisarua Mulai Tinggalkan Posko Pengungsian, Pemkab Genjot Penyediaan Lahan Hunian Tetap

Bandung Raya43 Dilihat

Bandung Barat – Ratusan pengungsi di posko pengungsian bencana longsor Cisarua mulai kembali ke rumah tinggal masing-masing setelah sebelumnya mereka menempati posko pasca bencana longsor di GOR Desa Pasirlangu.

Namun dari pernyataan Incident Commander longsor Cisarua Ade Zakir Hasyim, menyebutkan bahwa jumlah pengungsi mengalami fluktuasi. Mereka masih bertahan di pengungsian karena terkendala akses air bersih di tempat tinggal masing-masing.

“Jumlah pengungsi masih fluktuatif, di awal ada 46 hingga 48 KK, sekarang naik menjadi 51 KK dengan 167 jiwa. Keluhannya kenapa belum kembali karena ada kesulitan air,” ungkap Ade Zakir, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Hari Ke-10 Pencarian Korban Longsor Cisarua, Jumlah Kantung Jenazah Lampaui Data Pencarian

Kepada awak media, Ade Zakir yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat menyinggung soal penyediaan lahan untuk hunian tetap bagi warga terdampak longsor Cisarua.

Dirinya mengatakan, relokasi warga terdampak penting untuk sesegera mungkin dilakukan demi kenyamanan dan kesehatan para pengungsi.

“Kita harapkan sesegera mungkin mereka tidak di pengungsian, tetapi minimal seprti pola Pak Gubernur dengan memberikan santunan untuk uang kontrakan, itu yang akan lebih kita upayakan,” jelasnya.

Baca juga: Memilukan, Dua Balita Kakak Beradik Jadi Korban Longsor Pangalengan

Terkait lahan yang akan digunakan untuk hunian tetap warga terdampak, Ade mengaku telah melihat langsung lokasinya. Kendati demikian, pihaknya masih akan menunggu rekomendasi resmi dan Badan Geologi, setidaknya hingga Rabu (4/2/2026).

“Bahkan kita loncat ke huntap (hunaian tetap) titiknya sudah kita identifikasi secara visual. Nanti kalau sudah fix tentunya akan kita kirim surat dan mulai rekomendasi resmi tentang keamanan lokasi yang akan dibangun,” kata Ade Zakir.

Ia melanjutkan, posisi lokasi relokasi tak terlalu jauh dari area awal para korban. Hal tersebut kata Ade, disesuaikan dengan mata pencaharian sehari-hari warga yang mengandalkan sektor pertanian.

Baca juga: Perluas Area Pencarian Korban Longsor Cisarua, Tim SAR Gabungan Temukan Empat Kantong Jenazah

Sedikitnya diperlukan lahan seluas 53 rumah untuk merelokasi korban terdampak. Namun, jumlah tersebut juga memungkinkan berubah seiring adanya sebagian dari warga melakukan penukaran lahan dengan tanah kas desa.

“Ada kemungkinan juga tukar menukar. Jadi, tanah kas desanya jadi milik masyarakat, yang masyarakat jadi tanah kas desa untuk dijadikan hutan lindung. Tapi kita tunggu hasil musyawarah desanya seperti apa,” kata Ade Zakir.

Sekda juga menjelaskan bahwa pembangunan 53 hunian tetap bagi warga terdampak dibiayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pihaknya hanya menyediakan lahan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *