Bandung Barat – Proses pencarian dan evakuasi korban atau yang disebut Operasi SAR bencana longsor Cisarua memasuki hari ke-11, Selasa (3/2/2026). Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 83 kantong jenazah.
Dari seluruh kantong jenazah yang diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identication (DVI) Polda Jabar, 68 diantaranya telah berhasil teridentifikasi. Kini tinggal 17 kantong jenazah masih dalam proses identifikasi.
Kepada awak media, Incident Commander yang juga merupakan sekda KBB Ade Zakir Hasyim, menjelaskan adanya perbedaan jumlah warga yang tercantum dalam daftar pencarian dengan jumlah kantong jenazah yang sudah terevakuasi.
Baca juga: Begini Penjelasan Sekda Bandung Barat Soal Pengungsi Yang Belum Mendapatkan Bantuan Uang Sewa Rumah
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab selisih julah tersebut, diantaranya terdapat beberapa kantong jenazah yang seluruhnya merujuk pada satu identitas yang sama.
“Dari identifikasi 88 kantong tersebut, ditemukan 66 identitas atau jiwa. Dari 66 jiwa tersebut, setelah dicocokkan dengan daftar 80 warga yang dilaporkan hilang, terdapat 51 orang yang cocok,” ungkap Ade Zakir.
Meski tak menjelaskan secara detail, Ade menduga sisa korba yang sudah teridentifikasi namun tak cocok dengan daftar pencarian (80 jiwa) merupakan korban yan bukan berasal dari daftar tersebut.
Baca juga: The Voice Fest at Braga, Satukan Kompetisi dan Panggung Seni di Bandung
Dijelaskannya, terdapat sejumlah kendala dan tantangan yang dihadapi Tim DVI adalam melakukan proses identifikasi, diantaranya terdapat korban yang sudah takmemiliki sanak famili.
“Kesulitan utamanya adalah ada beberapa keluarga korban yang memang tidak memiliki sanak saudara atau famili lagi, sehingga tim kesulitan melakukan tes DNA dan mencari data pendukung untuk menentukan identitas jenazah,” jelasnya.
Selain itu, Tim DVI Polda Jabar juga beberapa kali mengidentifikasi korban yang ternyata bukan merupakan warga dari Kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda yang menjadi lokus bencana.
Baca juga: Memilukan, Dua Balita Kakak Beradik Jadi Korban Longsor Pangalengan
“Kami saat ini fokus pada 80 warga yang sudah dideklarasikan oleh Kepala Desa sebagai warga yang belum ditemukan saat bencana. Di luar itu, koordinasi bisa dilakukan dengan tim identitas karena kami tidak memegang datanya.***(Heryana)




























