Diduga Dianiaya Ibu Sambung, Seorang Remaja di Sukabumi Meninggal Dunia

Jawa Barat85 Dilihat

Kota Bandung – Kasus meninggalnya siswa kelas VII salah satu SMP di Kecamatan Jampang Kulon,  Kabupaten Sukabumi menghebohkan dunia maya. Pasalnya, kematian remaja 12 tahun itu dianggap tak wajar setelah didapati sejumlah luka saat diperiksa.

Dari sejumlah video yang beredar menampilkan kondisi terakhir korban sedang berbaring lemah di sebuah rumah sakit dan didampingi ayah korban, serta sejumlah orang lainnya.

Dalam video juga korban masih diajak berbicara meski tampak sudah tak kuat mengeluarkan suara. Sementara sejumlah luka juga terlibat pada beberapa bagian tubuh seperti paha, kaki dan mulut.

Baca juga: Kandas di ACL Two, Bojan Hodak Fokus Bawa Persib Raih Hattrick Liga

Rupanya video korban berada di RS merupakan saat-saat terakhir sebelum akhirnya remaja yang dikenal baik hati itu dikabarkan meninggal dunia. Kematiannya lah yang mengundang perhatian seluruh warganet.

Beredar kabar bahwa penyebab kematian korban akibat sejumlah luka yang diderita setelah mendapatkan penganiayaan dari ibu sambung. Meski masih memerlukan kepastian dari pihak berwenang, isu tersebut sudah tersebar luas.

Kepada awak media, ayahanda korban Anawar Satibi atau yang dikenal dengan nama Awang menyebut bahwa dirinya mengetahui kondisi korban setelah mendapat telepon dari istrinya saat berada di Sukabumi Kota.

Baca juga: HUT ke-75 Penerangan TNI AD, Pangdam III SIliwangi: Bekerja dengan Hati Landasan Utama

“Ketahuannya saya ke Sukabumi sehari semalam, sebelum berangkat kan belum terjadi apa-apa. Terus istri saya menelpon “Yah Si Raja sakit panas”, lalu saya pulang,” kata Awang.

Diakui Awang, kondisi anaknya ketika pulang berbeda dengan sebelum dirinya berangkat bekerja ke Sukabumi Kota. Terlebih hingga dari anak istri pertamanya itu meninggal dunia, mendorong dirinya untuk melakukan autopsi jenazah korban.

Meski tidak secara langsung menuduh ibu sambung korban yang menyebabkan luka dan kematian anaknya, Awang sempat menceritakan pada tahun lalu istrinya pernah melakukan penganiayaan.

Baca juga: DP3AKB Jabar Pastikan KDM Segera Jemput 13 Korban TPPO di NTT

“Dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan ke PPA Polres, lalu istri saya datang memohon dan sujud ke saya. Dan saya minta saran dari Pak Haji Isep tidak ada salahnya memaafkan, siapa tahu ada perubahan,” ungkapnya.

Dugaan adanya penganiayaan yang dialami korban diperkuat dengan keterangan Haji Isep yang menyebutkan dokter sempat menyampaikan hal itu kepada Awang.

“Berdasarkan keterangan dokter yang didapatkan Awang, anak ini ada dugaan dari penganiayaan. Masuk RS jam 08.00, meninggalnya pada Kamis (19/2/2026) jam 16.00 WIB,” tutur Isep.

Baca juga: Prabowo Sebut Siap Kirim Delapan Ribu Pasukan Dukung Perdamaian Palestina

Dirinya mengaku sempat bertanya kepada korban ihwal penyebab menderita luka di sekujur tubuh, hingga beberapa bagian kulitnya melepuh

Saya nanya sama siapa, korban menjelaskan katanya sama mama. Dan katanya mama sama ayah sempat berantem, itu kata almarhum. Dari atas sampai bawah sakit semua. sampai bicara pun susah,” jelasnya.

Kini pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian remaja malang itu.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *