Dengan Strategi Ini, Pemprov Jabar Optimis Banjir Tak Surutkan Hasil Panen Padi 2026

Jawa Barat13 Dilihat

Kota Bandung – Pemerintah Provisi (Pemprov) Jawa Barat tengah menantikan waktu panen padi yang akan segera berlangsung pada Februari-Maret 2026, yang merupakan hasil penanaman [ada Oktber-Desember 2025.

Meski dilaporkan sejumlah daerah seperti Karawang Bekasi, dan Indramayu mengalami banjir, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Barat Dadan Hidayat mengaku tetap optimis jika hasil panen padi tahun ini akan melampaui tahun sebelumnya.

Optimisme yang dikemukakannya itu bukan tanpa alasan. Selain melihat data sementara realisasi setiap daerah, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah program strategis antisipatif untuk mencegah terjadinya puso (gagal panen) akibat banjir.

Baca juga: Disperdagin Kabupaten Bandung Siapkan Sejumlah Strategi Antisipasi Lonjakan Harga Komoditas Jelang Ramadan

“Jika ada bencana banjir lalu terjadi puso, kita akan replanting (tanam ulang). Tapi memang data awal kerusakan masih disiapkan,” ungkap Dadan, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, alasan yang juga membuatnya optimis yakni adanya bantuan dari pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan yang diterima nanti akan sesuai dengan usulan yang pernah disampaikan, sesuai hasil laporan di kabupaten/kota.

Bantuan juga diyakini akan meluncur dari pemerintah pusat dan pemprov, karena selalu tercapainya realisasi target swasembada pangan setiap tahun. Pada 2025 lalu, Jabar berkontribusi besar pada pencapaian swasembada pangan secara nasional.

Baca juga: Kendaraan Belum Bayar Pajak, Siap-siap Kena Razia Bapenda Jabar dan Kepolisian

Berdasaran laporan yang diterimanya, realisasi tanam 2026 sudah mencapai 592.176 hektar. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan 55 ribu hektar dari tahun sebelumnya dalam periode yang sama.

Hal menggembirakan juga disampaikan Dadan terkait harga beli gabah dari petani yang cukup tinggi, sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan untuk gabah kering tahun 2026, yakni Rp6.500 per kilogram.

Penetapan harga oleh pihak Bulog itu bertujuan menjaga harga di tingkat petani tetap stabil, sekaligus sebagai jaring pengaman, dengan target penyerapan 4 juta ton setara beras untuk tahun 2026.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *