Cimahi Kejar Zero to TPA, Targetkan 2029 Seluruh Sampah Terkelola

Bandung Raya71 Dilihat

Kota Cimahi – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah berupaya mengatasi sampah agar dapat dikelola sejak dari sumbernya, sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.

Produksi sampah Kota Cimahi dikatakan Ngatiyana setiap harinya mencapai 250 ton. Hingga kini belum seluruhnya dapat terselesaikan dengan baik sejak dari sumbernya termasuk dari rumah tangga warga Cimahi.

“Kota Cimahi peduli pengelolaan sampah dengan dipilah sejak dari rumah. Ke depan kita zero to TPA, artinya sampah tidak perlu dibuang, tetapi diolah sejak dari sumbernya masing-masing,” kata Ngatiyana di sela-sela memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Pemprov Jabar Sediakan 3.040 Tiket Mudik Gratis, Begini Cara Daftarnya

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kampung Adat Cireundeu itu, Wali Kota mengajak seluruh pihak peduli akan pengelolaan sampah agar tidak terjadi tumpukan.

Bahkan dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kembali akan tragedi sampah Leuwigajah yang terjadi pada Februari 2005 silam. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 157 warga ditemukan tertimbun dan meninggal dunia.

“Bila tidak dikelola dengan baik, maka sampah juga bisa berdampak pada munculnya korban jiwa yang pada 2005 banyak korban di Cireundeu atau lokasi penimbunan sampah,” ujarnya.

Baca juga: Begini Hasil Autopsi Jenazah Remaja Diduga Korban Penganiayaan Ibu Sambung

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional juga dihadiri Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusly.

Kepada awak media, Agus medorong masyarakat dan berbagai pihak untuk mau engelola sampah sejak dari sumbernya, terutama sampah organik yang menurutnya bisa diolah menjadi lebih bermanfaat seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, hingga maggotisasi.

Dengan demikian, setidaknya 50 persen dari total sampah dapat dimanfaatkan kembali. Sementara sisanya dapat dikelola melalui ekosistem yang tersedia seperti bank sampah TPS 3R, dan sejenisnya.

Baca juga: Diduga Dianiaya Ibu Sambung, Seorang Remaja di Sukabumi Meninggal Dunia

“Semua Kota/Kabupaten baru bisa mengelola sekira 25 persen. Sehngga program kita bagaimana optimalisasi fasilitas yang ada, mengaktifkan fasilitas yang tidak jalan, dan membangun fasilitas yang belum ada di banyak kota/kabupaten, hingga RW,” jelas Agus.

Kegiatan tersebut menurutnya merupakan upaya meyakinkan keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, seinga pada 2029 seluruh sampah dapat terkelola.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *