Begini Hasil Autopsi Jenazah Remaja Diduga Korban Penganiayaan Ibu Sambung

Jawa Barat74 Dilihat

Kabupaten Sukabumi – Jenazah remaja NS (12) warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi yang meninggal seteah diduga mengalami penganiayaan ibu sambung akhirnya diautopsi.

Laporan diterima rumah sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri pada Kamis (19/2/2026) malam WIB. Sementara proses autopsi dimulai keesokan harinya pada pukul 09.00.

Keterangan seluruh hasil proses autopsi pada jenazah remaja kelas VII salah satu SMP di Kecamatan Jampang Kulon disampaikan oleh Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara Setukpa, Kombes dr. Carles Siagian, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Diduga Dianiaya Ibu Sambung, Seorang Remaja di Sukabumi Meninggal Dunia

Carles mengungkapkan ditemukan sejumlah luka bakar di sekujur tubuh korban, termasuk di bagian anggota badan gerak serta di bagian punggung dan bibir.

“Dari hasil, ditemukan anak-anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di lengan, kaki kanan dan kiri, ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar juga di area bibir dekat hidung,” ungkap Carles.

Dalam keterangannya kepada awak media, Carles juga menyebut tim forensik telah melakukan pemeriksaan terhadap organ dalam, yakni jantung dan paru-paru korban.

Baca juga: Kandas di ACL Two, Bojan Hodak Fokus Bawa Persib Raih Hattrick Liga

Pemeriksaan tersebut dilakukan karena pihaknya mendapati kedua organ dalam tersebut dalam kondisi mengalami pembengkakan.

“Tadi diperiksa jantung dan paru, karena paru juga sedikit membengkak. Belum tahu apakah memang itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan jantung dan paru-paru, lanjut Carles, telah dikirimkan ke laboratorum di Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya zat-zat tertentu.

Baca juga: HUT ke-75 Penerangan TNI AD, Pangdam III SIliwangi: Bekerja dengan Hati Landasan Utama

Pihaknya juga kini masih menantikan hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut. Sehingga meski proses autopsi telah selesai, penyebab kematian korban masih belum dapat disimpulkan.

“Dokter forensik belum bisa menyimpulkan apakah ini dari penganiayaan atau bukan. Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan, karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” jelasnya.

Dirinya pun memastikan tidak ada bukti kekerasan dari benda tumpul yang mengenai tubuh korban, termasuk adanya bekas pada bibir bagian atas dekat hidung korban.

Baca juga: DP3AKB Jabar Pastikan KDM Segera Jemput 13 Korban TPPO di NTT

“Ada luka di area bibir bagian atas dan dekat hidung, tapi itu luka yang sudah lama, tidak bisa dipastikan apakah sebelumnya tumpul dan tidak sembuh sehingga menjadi luka,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *