Sebuah Tebing di Jatinangor Ambruk Menimpa Pekerja Bangunan, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian

Jawa Barat205 Dilihat

Kabupaten Sumedang – Sejumlah pekerja bangunan sebuah rumah di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumddang, Jawa Barat, masih dalam pecarian tim SAR gabungan akibat tertimbun longsor.

Dari laporan BPBD Kabupaten Sumedang, peristiwa tanah longsor terjadi pada Jumat (2/1/2026), sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu para pekerja bangunan menggali lahan untuk membuat fondasi tembok penahan tebing (TPT).

TPT akan dibangun sebagai persiapan pembangunan sebuah rumah yang berlokasi di sebuah lereng di dusun tersebut. Nahas, bagian tebing berupa tanah yang berada di atas mereka justru mengalami longsor.

Baca juga: Selain Underpass Gatot Subroto, Pemkot Cimahi Agendakan Pembangunan Sejumlah Infrastruktur di 2026

Tebing dengan ketinggian 6 meter itu ambruk dan langsung menimpa para pekerja yang berada di bawahnya. BPBD Kabupaten Sumedang bersama tim SAR gabungan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban yang diduga berjumlah 7 orang.

Hingga Jumat sore pukul 16.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sumedang, BPBD Jabar, TNI, Brimob, PMI, serta relawan, masih melakukan pencarian terhadap 4 dari 7 korban yang tetimbun longsoran.

Sementara tiga korban lainnya yang sudah berhasil ditemukan diantaranya Ahmid (71) dan Dian (41) yang sudah dilarikan ke RS Universitas Padjajaran (Unpad), serta Dahlan(42) yang ditemukan dalam kndisi sehat.

Baca juga: BNPB Sebut Setiap Personel TNI Terima Uang Lelah Tangani Bencana Sumatra

Hingga berita ini diturunkan, seluruh personel tim gabungan masih berada di lokasi kejadian serta terus berupaya melakukan pencarian terhadap 4 korban lainnya.

Curah hujan yang masih cukup tinggi menjelang pucak musim penghujan di Jawa Barat diharapkan menjadi perhatian masyarakat dalam melaksanakan berbagai aktivitas.

Dalam beberapa kesempatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selalu mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap poten bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *