Ribuan Personel TNI Diterjunkan Dukung Penanganan Bencana Longsor Cisarua

Jawa Barat25 Dilihat

Bandung Barat – Kapendam Kodam III Siliwangi Kolonel Infanteri Mahmuddin Abdillah, S.A.P., M. Tr(Han)., M.I.Pol. menyampaikan ernyataan bahwa dilibatkannya personel TNI dalam operasi SAR bencana longsor Cisarua merupaan bentuk tanggung jawab sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapendam Kodam III Siliwangi kepada awak media pada Sabtu (31/1/2026). Ia menambahkan, ada ribuan personel TNI yang diterjunkan dalam operasi SAR tersebut.

“Kodam III Siliwangi mengerahkan personel dan materiel secara maksimal untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban,” tutur Kapendam.

Baca juga: Cuaca Hari Ketujuh Lebih Bersahabat, Operasi SAR Longsor Cisarua Temukan Lima Kantong Jenazah

Dalam operasi kemanusiaan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat itu, setidaknya telah diterjunkan 1.210 anggota TNI untuk membantu penanganan bencana longsor Cisarua.

Para prajurit juga dikerahkan dalam misi pencarian dan evakuasi korban terdampak bencana alam di kaki Gunung Burangrang yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu.

Secara terperinci, Mahmuddin juga menyampaikan jumlah personel yang terlibat dalam operasi SAR terdiri dari 1.210 anggota TNI, 448 personel Polri, 124 personel Basarnas, 148 anggota BPBD, serta 1.419 relawan.

Baca juga: Mengenal Dua Metode Operasi Modifikasi Cuaca, Dukung Kelancaran Evakuasi Korban Longsor Cisarua

“Operasi pencarian juga didukung berbagai alutsista (alat utama sistem pertahanan) dan peralatan evakuasi,” sambungnya.

Setidaknya terdapat 5 unit helikopter yang digunakan dalam operasi, didukung 19 unit ekskavator, puluhan kendaraan taktis, ambulans, mobil rescue, pompa air, drone thermal/UAV.

Tak hanya perlengkapan evakuasi, TNI menurut Kapendam juga menyediakan sarana komunikasi berupa satelit Starlink untuk mendukung koordinasi di lapangan.

Baca juga: Raih UHC Awards, Wali Kota Cimahi: Terpenting Masyarakat Peroleh Layanan Kesehatan Berkualitas

“Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam operasi kemanusiaan ini, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” tegas Kapendam.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *