Menilik Efektivitas Anugerah Gapura Panca Waluya Sebagai Transformasi Pendidikan Karakter Generasi Muda Jabar

Jawa Barat170 Dilihat

Kota Bandung – Sejak digaungkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gapura Panca Waluya disebut Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat sebagai bentuk transformasi pendidikan di Jabar.

Program tersebut kemudian menjadi sebuah upaya Pemdaprov Jabar dalam membangun sebuah pendidikan karakter generasi muda sejak mereka duduk dibangku sekolah tingkat dasar agar berdaya saing.

Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menerjemahkan program tersebut sebagai kebijakan strategis dalam mendorong transformasi pendidikan karakter secara meluas, dengan salah satu instrumen yang disebut Anugerah Gapura Panca Waluya.

Baca juga: Jaga Kondisi Satwa dari Serbuan Pengunjung, Manajemen Bandung Zoo Berlakukan sejumlah Pembatasan

Melalui instrumen tersebut, Disdik Jabar menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi dan misi serta filosofi yang terkandung dalam Gapura Panca Waluya itu sendiri, yakni membangun generasi muda Jawa Barat yang unggul.

Seperti diketahui, melalui Anugerah Gapura Panca Waluya, Disdik Jabar memberikan apresiasi kepada setiap satuan pendidikan (sekolah) yang berhasil mengimplemnetasikan nilai-nilai karakter dasar.

“Penghargaan yang diberikan berfungsi sebagai insentif bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu lingkungan belajar mereka,” tutur Kepala Disdik Jabar Purwanto di Bandung, Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Bebas Tiket Masuk Sebabkan Pengunjung Bandung Zoo Membeludak Samai Libur Lebaran

Salah satu hal menarik dari penyeleggaraan program tersebut adalah munculnya pertanyaan terkait pelibatan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP yang selama ini bukan merupakan kewenangan provinsi.

Purwanto membeberkan alasan pelibatan satuan pendidikan dasar yang secara manajerial berada di bawah kewenangan kabupaten/kota, yakni sebagai optimalisasi fungsi pembinaan yang dimiliki Pemdaprov Jabar.

Alasan lainnya, kata Purwanto, langkah tersebut dilakukan pihaknya atas dasar Surat Edaran Nomor: 45/PK.03.03/KESRA, yang di dalamnya dijelaskan tentang 9 langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Baca juga: Sambut Tahun Baru, Polres Cimahi Sampaikan Laporan Kinerja Sepanjang 2025

“Provinsi menjalankan fungsi sinkronisasi agar penguatan karakter ini mengakar sejak jenjang dasar hingga menengah,” tandasnya.

Bahkan pelibatan satuan pendidikan (sekolah) dasar tak hanya pada sekolah yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, juga termasuk sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Purwanto mengaku ingin agar nilai-nilai Gapura Panca Waluya yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer terpapar secara masif hingga ke berbagai jenjang pendidikan tanpa batas struktural.

Baca juga: Pencarian Selesai, Longsor Jatinangor Tewaskan Empat Pekerja Bangunan

Bagaimana Sistem Penilaiannya?

Kadisdik Jabar Purwanto, menegaskan bahwa proses penilaian dalam Augerah Gapura Panca Waluya tidaklah instan. Pihaknya memastikan hal tersebut justru dilakukan dengan cara yang sistematis dan terukur.

Proses yang dilaksanakan sejak Agustus 2025, dimulai dengan kegiatan sosialisasi, baik secara daring maupun luring secara menyeluruh ke setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

Berikut tahapan penilaian Anugerah Gapura Panca Waluya:

– Agustus – Oktober 2025: Proses pendaftaran dan verifikasi administrasi.
– November 2025: Penilaian Tahap 1 (dokumen dan praktik awal).
– Desember 2025: Penilaian Tahap 2 dan 3 (pendalaman praktik baik) hingga penganugerahan pada 30 Desember 2025.

Baca juga: Tak Hanya BNPB, Purbaya Sebut Anggaran Bencana Sumatra Bisa Dicairkan Satgas Jembatan

“Yang kami nilai bukan hasil instan saat acara berlangsung, melainkan praktik baik (best practice) pendidikan karakter yang sudah konsisten dijalankan oleh satuan pendidikan di lapangan,” tegas Purwanto.

Disinggung terkait ragam kritik yang disampaikan DPRD Jawa Barat, Purwanto menyebut hal itu sebagai bahan evalausi serta bentuk dukungan yang bersifat konstruktif.

Selain mengapresiasi kritik dan pengawasan yang dilakukan legislatif, Kadisdik Jabar juga meyakini jika pihaknya bersama DPRD memiliki tujuan yang sama soal nilai Pancawaluya.

Baca juga: Selain Underpass Gatot Subroto, Pemkot Cimahi Agendakan Pembangunan Sejumlah Infrastruktur di 2026

Dirinya bahkan mengaku sangat terbuka bagi pihak manapun untu berdialog terkait program tersebut, demi kebermanfaatan yang lebih massif serta meberi dampak baik bagi sektor pendidikan di Jawa Barat.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *