Mengenal Dua Metode Operasi Modifikasi Cuaca, Dukung Kelancaran Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Jawa Barat32 Dilihat

Bandung Barat – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperlancar peroses evakuasi korban bencana longsor Cisarua.

Pasalnya, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berupa hujan akan mengguyur hampir seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk area longsor Cisarua, sepekan ke depan sejak awal bencana.

Secara teknis, Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, pihaknya menerapkan dua metode dalam OMC yang dilakukan kali ini.

Baca juga: Raih UHC Awards, Wali Kota Cimahi: Terpenting Masyarakat Peroleh Layanan Kesehatan Berkualitas

Metode pertama menurut Budi, adalah berupaya memecah awan hujan yang tumbuh di sekitar wilayah dengan menyemai kapur tohor (CaO) di sekitar Gunung Burangrang.

“Kapur tohor kita semai di awan yang sedang bertumbuh. Karena akan mengeuluarkan panas, maka pertumbuhannya akan terganggu dan buyar. Setelah itu akan tergeser oleh angin,” jelas Budi.

Sedangkan metode kedua, yang dilakukan adalah berusaha mempercepat jatuhnya hujan sebelum awan hujan memasuki wilayah tempat berlangsungya proses evakuasi.

Baca juga: Hari Keenam Pencarian Korban Longsor Cisarua, 41 Kantung Jenazah Teridentifikasi

“Jadi, kalau seandainya dari data radar atau satelitnya terlihat ada kluster awan yang akan masuk ke wilayah daratan, kita jatuhkan percepat,” sambungnya.

Berbeda dengan etode pertama yang menggunakan CaO untuk disemai di awan hujan. Pada metode kedua ini pihaknya memilih NaCl (garam) yang disemai pada awan hujan yang bergerak menuju lokasi evakuasi.

Modifikasi cuaca, lanjut Budi, terbukti efektif mengurangi curah hujan hingga 40 persen. Hasil tersebut dinyatakan signifikan, seperti yang diakukan pihaknya sejak 22 Januari 2026 di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Dankodiklatad Hadiri Upacara Praspa, 260 Perwira Dilantik Oleh Panglima TNI

“Sejauh ini yang kita lakukan dari perhitungan, karena sekarang pun kita lakukan paralel di wilayah Jabodetabek sejak 22 Januari kemarin. Rata-rata pengurangan curah hujannya 40 persen, cukup signifikan,” ujarnya.

OMC menurut Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Herman Suryatman merupakan salah satu upaya scientific yang dilakukan pihaknya dalam memperlancar proses pencarian dan evakuasi korban bencana.

Kegiatan dilakukan dengan melibatkan BMKG serta Pangkalan TNI Angkatan Udara yang menyedikan pesawat jenis Cassa, serta Bandara Husein Sastranegara.***(Heryana)***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *