Kemungkinan Tinggi Bencana Berulang, KDM Janji Hutankan Lokasi Longsor Pasirlangu

Bandung Raya70 Dilihat

Bandung Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut akan fokus pada recovery lingkungan setelah terjadi bncana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi di tengah kegiatannya meninjau lokasi bencana tanah longsor yan menyebabkan sejumlah warga meninggal dunia, serta puluhan lainnya hilang.

“Fokus saya hari ini adalah, kita ingin secara bertahap untuk mengangkat jenazah, setelah itu me-recovery lingkungan ini,” jelasnya.

Baca juga: Gerak Cepat Dinkes Jabar Tangani Kesehatan Penyintas Bencana Longsor Pasirlangu: Kami Punya Tim URC

Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM mengaku telah mengamati seluruh area terdampak tanah longsor pada hari itu. Ia juga mengatakan melihat langsung banyaknya lahan yang berkontur lereng justru ditanami sayuran.

Selain itu, di lokasi juga terdapat green house yang digunakan para petani dan warga sekitar untuk menanam sayuran dan tanaman bunga.

Kondisi demikian menurutnya jelas menunjukan adanya alih fungsi lahan. Tanah lereng seperti lokasi bencana longsor Pasirlangu harusnya ditanami tanaman keras dan bambu, agar bisa menahan air hujan dan kontur tanah itu sendiri.

Baca juga: BPBD dan Dinsos Kota Bandung Distrbusikan Bantuan Logistik Bencana Tanah Longsor Pasirlangu

“Kan sudah bisa dilihat semua ini kebun sayuran, kebunnya pakai plastik, dan kebunnya sudah sampai puncak. Kita sudah bisa melihat dari dekat,” ujarnya.

KDM menegaskan, bahwa sebuah kawasan lereng seharusnya tidak ditanam sayuran, terlebih karakter tanah di lereng tersebut gembur, sehingga mudah tergerus air.

Untuk itu dirinya memastikan akan mengembalikan lokasi bencana tersebut kepada fungsi yang sebenarnya, serta memindahan seluruh warga yang berada diatas lahan tersebut.

Baca juga: Duka Bandung Barat, Dari Firasat KDM Pesan Seribu Nasi Kotak Hingga Bantuan Uang Tunai

“Seluruh rumah disini akan kita relokasi, jangan di sini lah. Saya cenderung daerah ini dihutankan saja. Warga sekitar sini direlokasi karena potensi terjadi lagi sangat tinggi,” tandasnya.

Kepada awak media di lokasi kejadian, KDM juga mengungkapkan sulitnya melakukan evakuasi sejumlah korban yang tertimbun material longsoran. Pasalnya, saat kejadian mayoritas warga sedang tertidur lelap.

Pasti proses evakuasinya mengalami kesulitan karena tanahnya bertumpuk dan berpotensi orang bisa tenggelam. Kemudian posisi orang kan lagi tidur tergulung oleh kasur, oleh selimut, sehingga ada dalam sela-sela batu dan pohon yang menerjang.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *