Kabupaten Bandung – Adanya pengurangan data transfer ke daerah (TKD) 2026 berdampak pada keharusan setiap daerah penerima melakukan efisiensi, termasuk Kabupaten Bandung.
Diketahui, Kabupaten Bandung mengalami pengurangan TKD hingga sebesar Rp1,1 triliun. Angka yang cukup besar bagi sebuah daerah dengan cukup banyak program yang akan dieksekusi tahun ini.
Denga adanya pengurangan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengngatkan kembali jajarannya untuk melakukan evaluasi kembai terhadap sejumlah program yang diusulkan untuk dilaksanakan tahun ini.
Baca juga: Komisi III DPR Akan Panggil Kapolres dan Kajati Sleman Usai Tersangkakan Pengejar Jambret
Ia meminta setiap Organisasi PErangkat Daerah (OPD) memprioritaskan program yang berkaitan dengan visi dan misi serta rencana aksi yang berjumlah 57 item.
“Ini harus terwujud. Kita fokus menyelesaikan janji politik kepada rakyat,” kata Dadang Supriatna saat memimpin rakor di Soreang, Senin (26/1/2026).
Padaprakteknya, Dadang mengaku akan melakukan evaluasi terhadap program yang diusulkan oleh setiap OPD. Seluruh program yang dianggap bukan prioritas, maka akan dicoret.
Sebelumnya diketahui annggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bandung 2026 ditargetkan mencapai Rp7,3 triliun. Adanya pengurangan TKD mengubahnya menjadi Rp6,2 triliun.
“Kaitan dengan rencana belanja tahun ini saya minta prioritaskan belanja visi misi. Belanja dinas yang tidak terlalu penting coret saja,” tandasnya.
Dirinya beralasan memprioritaskan realisasi janji politik dalam belanja Kabupaten Bandung tahun kini karena janji-janji yang dimaksudnya itu telah ia sampaikan kepada masyarakat.
Baca juga: Dukung Evakuasi Korban Longsor Pasirlangu, Pemprov Jabar Terapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Selain itu, Dadang ingin agar setiap program yang dilaksanakan merupakan belanja yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, seperti pembangunan RSUD Cimenyan, jalan, dan jembatan.***(Heryana)



























