BPBD Bandung Barat Imbau Masyarakat Tak Datangi Lokasi Longsor Cisarua dan Live Medsos

Bandung Raya61 Dilihat

Bandung Barat – Keberadaan masyarakat dan konten kreator yang antusias untuk menyaksikan langsung dan merekam proses penanganan bencana longsor Cisarua menambah kesulitan para petugas dalam melakukan evakuasi korban.

Kondisi tersebut disampaikan petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Suheri, dalam laporan yang disampaikan dari lokasi bencana longsor Cisarua, Senin (26/1/2026).

“Kami mohon kepada masyarakat untuk menghormati para korban dan keluarganya, juga untuk tidak live karena mengganggu tim keluar masuk,” kata Suheri.

Baca juga: Dukung Evakuasi Korban Longsor Pasirlangu, Pemprov Jabar Terapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Tak hanya mengganggu proses pencarian dan evakuasi, keberadaan masyarakat dalam jumlah yang cukup banyak dan terus bertambah juga membuat jalur evakuasi korban macet.

Situasi demikian menurut Suheri bahkan menyulitkan mobilitas ambulans yang membawa korban dari lokasi pencarian.

Sejumlah kendala lain disampaikan Suheri, termasuk kondisi cuaca yang masih diwarnai gerimis. Bahkan Senin pagi kabut sudah turun dan membuat jarak pandang di lokasi pencarian menjadi sangat terbatas.

Baca juga: Kemungkinan Tinggi Bencana Berulang, KDM Janji Hutankan Lokasi Longsor Pasirlangu

Berbeda dengan cuaca yang terjadi pada Minggu (25/1/2026) yang lebih cerah berkat upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, BMKG, dan BNPB.

“Kalau kemarin alhamdulillah cuaca cukup terang karena cuacanya dimodifikasi. Senin pagi ini sudah gerimis dan kabut juga turun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap 3 jam selalu melaporkan kondisi cuaca kepada BNPB dengan mengirimkan foto kondisi langit. Hal itu dilakukannya untuk memastikan pengambilan langkah strategis dalam pembagian waktu evakuasi, termasuk OMC yang sudah dilakukan.

Baca juga: Gerak Cepat Dinkes Jabar Tangani Kesehatan Penyintas Bencana Longsor Pasirlangu: Kami Punya Tim URC

Proses pencarian dan evakuasi juga menghadapi tantangan cukup berat. Tanah yang campur air dan menjadi lumpur membuat para petugas harus ekstra hati-hati.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *