Sempat Dirusak Kelompok Tak Bertanggung Jawab, Perkebunan Teh Pangalengan Dihijaukan Kembali

Bandung Raya336 Dilihat

Kabupaten Bandung – Perkebunan teh di Pangalengan, Kabupaten bandung yang sepat menarik perhatian berbagai pihak karena dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, kini dihijaukan kembali.

Upaya reboisasi (penghijaun) dilakukan dengan menanam teh di Perkebunan Teh Afdeling Kertamanah PTPN I, Kecamatan Pangalengan, Selasa (16/12/2025).

Selain Bupati Bandung Dadang Supriatna, kegiatan tersebut juga menarik perhatian karena dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM. Tampak Anggota Komisi IV DPR RI yang juga mantan Bupati Bandung Dadang Naser di lokasi.

Baca juga: Makin Dekat, Showroom Mobil Listrik Polytron Kini Hadir di Bandung

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan rencananya meghijaukan kembali hutan yang sudlit dijangkau dengan menebar bibit pohon kayu.

“Kami sudah menyiapkan satu truk bibit tanaman perkayuan, seperti pohon kaliandra untuk daerah hulu yang rawan dan sulit dijangkau,” kata Dadang.

Untuk mempermudah penanaman bibit di wilayah hutan yang sulit dijangkau dengan kendaraan, Dadang menyebut prosesnya akan menggunakan pesawat.

Baca juga: Grand Sunshine Siapkan Pesta Kembang Api dan DJ Performance Sambut Libur Nataru

Pelibatan TNI Angkatan Udara akan dilakukan untuk mengkoordisikan pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari penentuan titik penghijauan hingga jenis pesawat yang akan digunakan nanti.

“Titik lokasi akan ditentukan setelah rapat lebih lanjut dengan Danlanud (Lanud Sulaiman), karena pesawat yang digunakan berasal dari fasilitas tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk memastikan wilayah sasaran reboisasi, serta agar kegiatan berjalan efektif, terlebih dahulu akan dilakukan pemetaan oleh Bupati dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Baca juga: Usai Kabur ke Beberapa Kota, Penghina Sunda Resbob Ditangkap Polda Jabar

Dalam pelaksanaan instruksi Gubernur Jawa Barat itu, Dadang menyebut akan diakukan secara hati-hati, mengingat adanya lahan pertanian warga yang berpotensi terdampak.

“Kami akan memastikan masyarakat yang lahan pertaniannya terkena dampak, tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya.

Menurut Kepala PTPN 1 Regional 2, Desmanto, luas hutan yang masuk dalam sasaran program reboisasi mencapai 6.000 hektar, 1.500 hektar diantaranya sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian.

Baca juga: Tak Hanya Bicara Brand Kendaraan, Pajero Sport Indonesia Perkuat Kekeluargaan

Alih fungsi tersebut menurut Desmanto jelas akan memicu potensi terjadinya bencana. Oleh karena itu, PTPN menurutnya siap bekerja sama menjadikan lahan bersiko bencana tadi kembali ditanami tanaman komoditi.

“Kami siap bekerja sama mengembalikan area ini dengan tanaman komoditi seperti teh, kina, kopi, dan tanaman tahunan lainnya untuk konservasi lahan,” kata Desmanto.

Tanaman dan pepohonan tersebut, dikatakan Desmanto memiliki akar yang cukup dalam, sehingga efektif mengikat tanah sekaligus menyerap dan menahan air, sehingga diyakini mampu mengantisipasi terjadinay bencana longsor dan banjir.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *