Kota Bandung – Setelah melewati penantian panjang, pembangunan flyover Nurtanio akhirnya menunjukkan progres yang signifikan, bahkan sudah mulai digunakan kendaraan roda dua meski satu arah.
Pada Senin (22/12/2025), Flyover Nurtanio yang menghubungkan jalan Garuda dengan jalan Abdurahman Saleh itu mulai dilintasi kendaraan satu arah, dari jalan Nurtanio (Garuda) menuju jalan Pajajaran.
Penggunaan flyover Nurtanio baru diberlakukan untuk satu arah, mengingat sejumlah proses finshing masih terus dilakukan para pekerja di lapangan.
Baca juga: Posisi Persib Bandung di Klasemen Super League Pasca Tumbangkan Bhayangkara FC 2-0
Seorang warga sekitar bernama Rohana mengakui pembangunan flyover tersebut memberikan dampak yang sangat baik terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar pintu perlintasan kereta api Andir.
“Alhamdulillah, biasanya kendaraan memotong jalan ke gang sini jadi gang macet dan bising, sekarang lebih tenang,” ungkapnya.
ia berharap jembatan layang itu dapat segera digunakan seluruhnya agar lalu lintas bisa semakin lancar dan kondisi di sekitar jalan Garuda-Abdurahman Saleh tak lagi semraut seperti saat ini.
Baca juga: Menaker Imbau Industri Berlakukan WFA Selama Libur Nataru
Seperti diketahui, selama pengerjaan jembatan layang di atas rel kereta api itu, kondisi area sekitar tampak tidak teratur. Selain arus kendaraan sering macet, kondisi jalan yang tidak rapi juga menjadi pemandangan tak sedap bagi warga.
Saat ini sejumlah pegawai masih melakukan pekerjaan tahap akhir. Hal itu yang menyebabkan flyover Nurtanio hanya bisa dilintasi satu arah kendaraan dari jalan Garuda menuju jalan Pajajaran.
Sedangkan arah sebaliknya masih ditutup. Bahkan sederet traffic cone juga dipasang petugas untuk membatasi ajur yang bisa digunakan oleh kendaraan yang melintas.
Baca juga: Peringati Hari Ibu, Bupati Bandung: Doa Ibu Tanpa Halangan
Pembangunan flyover Nurtanio disebut juga sebagai solusi mengurangi penumpukkan kendaraan saat melintasi rel kereta api Andir.
Terlebih sejak kemunculan Kereta Cepat yang membuat frekuensi operasional kereta feeder dari Stasiun Bandung ke Stasiun Padalarang semakin tinggi.***(Heryana)































