Kota Cimahi – Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari secara langsung oleh masyarakat menjadi dipilih oleh DPRD, menjadi isu menarik yang dibahas masyarakat dalam berbagai kesempatan.
Tak terkecuali Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko yang juga menyampaikan pandangannya terkait wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.
Wacana perubahan sistem pilkada memang sempat dilontarkan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa pilkada yang selama ini dilakukan secara langsung oleh masyarakat, akan diubah dengan dipilih oleh DPRD masing-masing daerah.
Baca juga: Tak Hanya Bicara Brand Kendaraan, Pajero Sport Indonesia Perkuat Kekeluargaan
“Apa yang disampaikan Pak Presiden mungkin sudah berdasarkan kajian-kajian, hitungan-hitungan politik atau pun hitungan lainnya. Kalau saya melihat secara pribadi, cost politik memang bisa lebih efisien,” kata Wahyu Widyatmoko.
Kendati tidak secara langsung mengatakan setuju dengan salah satu sistem, politisi PKS itu mengatakan bahwa apa yang diusulkan Prabowo Subianto tersebut layak untuk dipertimbangkan.
Bahkan diketahuinya, jika sejumlah partai politik (Parpol) besar tampak memperlihatkan sikap setuju dengan usulan Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Baca juga: Festival Sangkuriang Jadi Simbol Harmonisasi Puluhan Etnis di Cimahi
“Saran Presiden memang perlu dipertimbangkan. Dari berita yang saya dapatkan, beberapa partai politik besar kelihatannya mengarah kesana juga,” ujarnya.
Wahyu Widyatmoko sempat merinci perbandingan dua sistem pilkada, baik yang selama ini dilakukan secara langsung oleh masyarakat, maupun jika wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD dilaksanakan.
Selain memerlukan biaya yang sangat besar, pilkada langsung menurut Wahyu juga rentan terhadap munculnya konflik horizontal. Sebaliknya, jika pilkada dilakukan oleh DPRD (tidak langsung) akan lebih rendah dari sisi biaya maupun potensi konflik.
Baca juga: Puluhan Warga Jabar Masih Terisolir di Aceh, KDM Siapkan Helikopter Penjemput
Sebagai lembaga legisatif yang tidak memiliki kewenangan dalam menentukan sistem pemilihan umum, termasuk Pilkada, Wahyu menegaskan jika pihaknya siap menjalankan sistem apaun yang akhirnya diputuskan***(Heryana)

























