Yogyakarta – Persib Bandung harus puas pulang dengan satu poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ketiga Super League 2025/26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025).
Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya terbuka lebar. Dua penalti didapat Maung Bandung, namun eksekusi penalti dari Uilliam Barros di menit ke-70 dan Marc Klok di akhir laga sama-sama gagal membuahkan gol.
Dilansir dari laman Persib.co.id, Pelatih Bojan Hodak mengaku timnya sudah menunjukkan karakter kuat seperti musim sebelumnya.
Baca juga: Diikuti 14 Provinsi, Kejurnas Hoki di Si Jalak Harupat Dibuka Sekda Jabar
Menurutnya, meski tertinggal lebih dulu, para pemain tetap bermain ngotot hingga mampu menyamakan kedudukan dan bahkan punya peluang menutup laga dengan kemenangan.
Meski demikian, Hodak tidak menutup mata terhadap problem utama di lini serang.
“Kami punya banyak peluang, tapi saya belum puas dengan penyelesaian akhirnya,” ungkapnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Baca juga: DPR Soroti Rencana Pemerintah Potong Dana Transfer Pusat ke Daerah: Bisa Menimbulkan Masalah serius
Terkait dua kegagalan penalti tersebut, Hodak enggan memberikan banyak komentar.
“Sulit dijelaskan. Dua penalti, tapi dua-duanya gagal. Saya tak bisa bilang apa-apa,” ucap pelatih asal Kroasia itu.
Di balik hasil imbang tersebut, Hodak tetap memberikan pujian untuk sektor pertahanan PERSIB. Ia menilai barisan belakang cukup rapat sehingga PSIM jarang mendapat peluang bersih.
Baca juga: Bawa Dukungan 17 Daerah, Hendry Ch Bangun Mantapkan Diri Jadi Calon Ketua Umum PWI
“Dari permainan bertahan kami tampil solid, mereka hanya bisa mencetak gol lewat penalti,” tutupnya.***(Sunandar)