Pemkot Cimahi Optimis Pembangunan Bundaran Citeureup Jadi Solusi Kemacetan

Bandung Raya761 Dilihat

Kota Cimahi – Wacana Pemkot Cimahi membangun bundaran di perempatan Citeureup yang menjadi pertemuan antara jalan Kolonel Masturi-Jalan Encep Kartawiria semakin menguat.

Hal itu terungkap melalui pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang, saat menjadi narasumber dalam talk show di event “Halalbihalal Rock n Roll Indonesia”.

Dalam acara yang digelar di Ecowisata Cimahi, Sabtu (4/4/2026), Endang optimis pembangunan bundaran Citeureup akan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Baca juga: Profil Mayor Zulmi, Prajurit Terbaik Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia

“Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka mengurangi kemacetan adalah dengan membangun simpang yang tadinya terjadi crossing tapi kita bangun Bundaran,” kata Endang.

Optimisme Endang semakin kuat setelah melihat perkembagan lalu lintas di jalan Daeng Ardiwinata yang lebih baik dan  lancar setelah dibangun bundaran Cihanjuang.

Dari pemetaan yang telah dilakukan Dishub Kota Cimahi, Endang menyebut terdapat 10 titik kemacetan, salah satunya di perempatan Citeureup yang ditimbulkan akibat terjadinya crossing.

Baca juga: Pimpin Pemakaman Zulmi di TMP Cikutra, Panglima TNI Ungkap Alasan Almarhum Gabung UNIFIL

“Titik kemacetan di kota ini ada sekitar 10 titik, salah satunya di simpang Jati. Alhamdulillah sudah mulai terurai, dan ke depan, yang jadi perhatian kita yaitu jalan Kolonel Masturi,” imbuhnya.

Diakui Kadishub, untuk merealisasikan wacana pembangunan bundaran Citeureup, pihaknya kini sedang melakukan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Koordinasi tersebut menurutnya harus dilakukan, mengingat salah satu ruas jalan yang berada di perempatan Citeureup merupakan kewenangan Pemprov, yakni jalan Kolonel Masturi.

Baca juga: Seru! Ratusan Pecinta Motor Scooter Kumpul di Kota Cimahi Gelar Halalbihalal

Pembangunan bundaran Citeureup, kata Endang, merupakan salah satu upaya pihaknya dalam mengatasi dinamika dan problematika lalu lintas di Kota Cimahi.

Sejak menjadi kota otonom pada 2001, populasi penduduk terus bertambah signifikan. Hal tersebut juga diikuti dengan peningkatan jumlah kendaraan di kota dengan tiga kecamatan itu.

“Jumlah penduduk awal 2001 itu hanya 300 ribu jiwa, saat ini sudah hampir menyentuh 600ribu jiwa, sudah hampir 100 persen peningkatannya selama 25 tahun,” ungkap Endang.

Baca juga: Bandung Bedas Expo 2026 Segera Hadir, Dekranasda Lakukan Persiapan

Jika pertumbuhan populasi penduduk dan jumlah kendaraan begitu signifikan, lain halnya dengan kapasitas ruas jalan yang hampir tidak terjadi penambahan.

Endang bilang, dalam 25 tahun terakhir Kota Cimahi hanya mampu menambah jalan baru sepanjang 1,6 kilometer, yakni jalan Aruman dan jalan Demang Hardjakusumah.

Sementara jika ditotal seluruh jalan yang ada, baik jalan nasional, jalan kota, hingga jalan lingkungan, hanya berkisar 308 kilometer.

Baca juga: Dinamika Parkir Elektronik Pasar Atas, Anggota DPRD Cimahi Soroti Pemberdayaan Warga Lokal

“Dari Cimahi berdiri sampai dengan saat ini selama 25 tahun hanya 1,6 kilometer penambahan yang bisa kita lakukan,” jelasnya.

Dengan keterbatasan lahan untuk penambahan jalan, maka Endang yakin pembangunan bundaran dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan akibat crossing di perempatan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *