Kabupaten Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan instruksi kepada Camat Margahayu untuk membongkar seluruh bangunan yang dianggap mengganggu dan menghalangi saluran air.
Pembongkaran bangunan yang berada di sempadan sungai dan menghambat saluran air, diharapkan Dadang Supriatna dapat dilakukan secara sukarela oleh pemiliknya. Namun jika tidak, maka pihaknya akan menurunkan alat berat berupa. Ekskavator ke lokasi.
“Apabila tidak mau dibongkar secara sukarela, maka saya akan turunkan backhoe semuanya,” tegas Dadang Supriatna saat melakukan peninjauan, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Dankodiklatad Hadiri Keseruan Reuni SMPN 4 Bandung Angkatan 1987
Banjir di wilayah Kecamatan Margahayu, terutama Desa Margahayu Tengah, mendapat atensi Bupati, mengingat wilayah tersebut memiliki kerentanan terjadinya banjir dengan beberapa penyebab.
Seperti yang terjadi pada Jumat (10/4/2026), banjir yang merendam 150 rumah itu diduga terjadi akibat jebolnya tanggul atau tembok penahan tebing (TPT) Sungai Cikahyangan, setelah terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Banjir di Desa Margahayu Tengah ini juga akibat adanya pendangkalan saluran air seperti drainase atau solokan. Kedua, akibat adanya jembatan yang tersumbat oleh sampah. Ketiga, adanya warga yang menutupi saluran air dengan bangunan,” jelasnya.
Baca juga: PTDI-BAT Sepakati Kerja Sama Bangun Ekosistem Industri Perawatan dan Perbaikan Pesawat
Atas kejadian banjir di wilayah tersebut, Bupati juga menginstruksikan Camat untuk menanganinya secara pentahelix melalui pembentukan tim khusus. Hal tersebut berkaca pada pengalaman yang dilakukan di wilayah Rancaekek, Majalaya, serta Dayeuhkolot.
Sistem penanganan pentahelix menurut Dadang terbukti efektif dilakukan di wilayah yang disebutkan sebelumnya, termasuk di Cisunggalah, Majalaya dan Dayeuhkolot. Dengan demikian, penanganan dilakukan secara bersama-sama melibatkan berbagai unsur.
Sementara Camat Margahayu Nur Hazanah memastikan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya penanganan seperti membantu warga terdampak, mematangkan perencanaan untuk memperbaiki TPT, serta membersihkan saluran sungai yang tersumbat.
Baca juga: KDM Segera Lanjutkan Tata Jembatan Cirahong, Rest Area Jadi Tambahan
“Untuk warga terdampak juga sudah dilakukan asesmen untuk penanganan dan pemberian bantuan lebih lanjut,” ungkap Nur Hazanah.***(Heryana)































