Pasar Soreang Ambruk, Bupati Bandung Minta Pengelola Tanggung Jawab Penuh

Bandung Raya813 Dilihat

Kabupaten Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)) segera melakukan asesmen teknis terhadap Pasar Soreang yang ambruk pada Senin (16/3/2026).

Asesmen teknis dilakukan untuk memastikan kondisi struktur bangunan Pasar Soreang serta mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa.

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor pada Selasa (17/3/2026), memerintahkan SKPD terkait untuk melakukan langkah cepat.

Baca juga: PTDI Kembali Gulirkan Program Mudik Gratis, Rombongan Dilepas Wagub Jabar Hari Ini

Selain secara internal, Pemkab Bandung juga melakukan koordinasi bersama pihak kepolisian dalam penyelidikan terhadap penyebab ambruknya atap sejumlah kios di Pasar Soreang.

“Pengelola (PT. Bangun Bina Persada (BBP) wajib bertanggung jawab terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan, baik kepada korban maupun para pedagang,” tegas Dadang.

Ia menambahkan, pengelola juga harus memberikan kompensasi kepada para pedagang yang terdampak peristiwa maut tersebut selama berlangsung masa pemulihan.

Baca juga: Tiga Bus Mudik Gratis Polresta Bandung Diberangkatkan

Dalam rapat tersebut, Bupati Dadang juga meminta pengelola pasar melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap konstruksi, serta menyusun standar keselamatan yang ketat.

Ditegaskan Dadang, pemerintah akan mengawal penanganan kejadian tersebut agar berlangsung secara transparan, cepat, dan terpadu, sehingga Pasar Soreang segera pulih.

Sebelumnya masyarakat dikagetkan dengan peristiwa ambruknya pasar Soreang pada Senin (16/3/2026) sekira pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Dishub Kota Cimahi Pastikan Kesiagaan Personel Amankan Jalur Mudik Lebaran 2026

Pasar yang konon belum genap lima tahun dibangun itu, tiba-tiba ambruk menimpa sejumlah warga yang tengah berbelanja. Satu orang meninggal dunia, tiga lainnya mengalami luka dan masih dirawat di rumah sakit.

Saksi menyebut, sebelum peristiwa terjadi sudah terdapat retakan yang cukup lama. Namun, getaran dari mesin penggilingan tepung diduga turut memicu ambruknya atap dari 14 kios di Blok III.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *