Survei Indikator Politik Indonesia Ungkap Warga Jabar Nyatakan Puas Atas Kinerja KDM

Jawa Barat73 Dilihat

Kota Bandung – Satu tahun kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030, Indikator Politik Indonesia membeberkan data tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja gubernur dan wagub.

Data Indikator Politik Indonesia menunjukkan jika 59,7 persen masyarakat merasa cukup puas dengan kinerja Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat.

Sementara itu juga diketahui sebanyak 35,8 persen masyarakat Jawa Barat merasa sangat puas dengan kinerja Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Baca juga: Genap Setahun, 51 Persen Rakyat Jawa Barat Nilai Baik Pemerintahan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan

Data yang disampaikan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi itu diperoleh dari hasil survei yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2026.

Kendati persepsi “sangat puas” mengalami penurunan dibanding Mei 2025 yang menunjukkan angka 41,1 persen, Burhanuddin Muhtadi bilang angka-angka besar tersebut tetap mengangkat KDM di tingkat nasional

“Kepuasan yang sangat tinggi ini membuat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dibicarakan di level nasional,” ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Penangkapan Asisten Rumah Tangga, Begini Kronologi Penetapan tersangka Eks Kapolres Bima Kota

Tak hanya KDM, dalam acara Rilis Temuan Survei Tatap Muka bertajuk “Setahun KDM dan Evaluasi Publik Atas Kinerja Pemprov Jawa Barat” juga membedah data hasil survei terhadap Wakil Gubernur Erwan Setiawan.

Diketahui, sebanyak 49,7 persen masyarakat Jabar mengaku cukup puas dengan kinerja Wagub Erwan Setiawan. Sedangkan 5,6 persen masyarakat lainnya menyatakan sangat puas.

Seperti dialami KDM, angka tingkat kepuasan masyarakat terjhadap kinerja Erwan juga mengalami penurunan dibanding Mei 2025, atau pada 100 hari kerja mereka di awal memimpin Jabar yang mencapai 52,1 persen menyatakan cukup puas dan 9,2 persen sangat puas.

Baca juga: Terbukti Miliki Narkoba, Ancaman Hukuman Seumur Hidup Menanti Eks Kapolres Bima Kota

“Ini menunjukkan meskipun satu paket, persepsi warga Jawa Barat terhadap keduanya agak berbeda,” ujarnya Burhanuddin.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *