Hadir di Inacraft 2026, Produk Kerajinan Jawa Barat Sukses Raih Omset Hampir Setengah Miliar

Jawa Barat72 Dilihat

Jakarta – Sejumlah roduk kerajinan Jawa Barat mendapatkan perhatian luar biasa dari para pegunjung International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang berlagsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 4-8 Februari 2026.

Dekranasda Jabar mencatat rata-rata 300 pengunjung harian berburu produk kerajinan di area pameran Jawa Barat. Produk seperti aksesoris bernuansa etnik dan batik tulis mendapatkan minat tinggi dari pengunjung Inacraft 2026.

“Produk-produk seperti aksesoris etnik, sepatu kulit artisan, batik tulis, hingga luaran dan kebaya modern menjadi komoditas yang paling banyak diburu pengunjung,” ungkap Ketua Dekranasda Jabar Noneng Komara Nengsih, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: TMMD ke-127 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembanguanan Desa

Dari ratusan pembeli, mereka tak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga pengunjung dari sejumlah negara yang tertarik dengan kriya dan fesyen kelas premium dari Jawa Barat.

Dikatakan Noneng, Dekranasda Jabar menghadirkan lebih dari 125 karya kerajinan dari 10 Kabupaten/kota di Jawa Barat yang diikutsertakan. Selama penyelenggaraan Inacraft 2026, Stan Jawa Barat mencatat performa baik dengan total omset mencapai lebih dari Rp450 juta.

Inacraft 2026 dengan tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” jadi pencapaian terbaik bagi stan Jawa Barat, hal itu ditandai dengan interaksi pengunjung dan pembeli yang sangat aktif.

Baca juga: Wamen ATR/BPN Lepas 615 Taruna STPN Peserta KKN Praktik Tata Laksana Pertanahan

Di ajang pameran kriya bertaraf internasioanal itu, Jawa Barat mengirimkan 24 UMKM pilihan, dari jumlah tersebut 18 diantaranya merupakan womenpreneurs (wirausaha perempuan).

“Melalui keberhasilan di Inacraft 2026, Dekranasda Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing, memastikan para pengrajin terus menguatkan jejaring lokal, berinovasi, tanpa melupakan akar budaya lokal,” kata Noneng.

Sesuai tujuan Inacraft sebagai batu loncatan UMKM menembus ekspor, diharapkan UMKM Jabar juga dapat terus naik kelas hingga mmenembus pasar internsional.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *