Banjir Terjang Ratusan Rumah di Majalaya Kabupaten Bandung, Tim Gabungan Masih Bersihkan Lumpur

Bandung Raya58 Dilihat

Kabupaten Bandung – Hingga Jumat (13/2/2026), tim gabungan bersama Badan Penanguangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung masih terus melakukan pembersihan lumpur dan material lainnya di wilayah terdampak banjir Majalaya, Kabupaten Bandung.

Dilaporkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin, banjir yang terjadi pada Kamis (12/2/2026) dini hari WIB, menyisakan tumpukan lumpur dengan ketebalan antara 20-70 sentimeter.

“Sekarang tim gabungan BPBD termasuk BPBD Gabungan dari daerah perbatasan seperti Sumedang, Kota Bandung, juga BPBD provinsi, TNI, Polri, pramuka, PMI, dan relawan kita fokus penanganan lumpur yang ada di rumah penduduk dan jalan,” tutur Wahyudin.

Baca juga: Luar Biasa! Dua Pekan Polresta Bandung Amankan 72 Motor dari Pelaku Pencurian

Pembersihan material lainnya seperti perlengkapan rumah tangga dari rumah dalam kondisi rusak berat juga dilakukan tim yang dibantu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU kabupaten Bandung.

Seluruh material, kata Wahyudin, diangkut menggunakan beberapa truk yang disediakan, serta dukungan alat berat berupa dua unit ekskavator.

“Yang tanggul jebol sementara ditangani BBWS dengan pemasangan geobag, untuk menahan sementara. Selanjutnya nanti akan dilakukan penanganan permanen oleh BBWS,” imbuhnya.

Baca juga: Komoditas Pangan Naik Harga, Satgas Pelanggaran Harga Tegur Pedagang Pasar Atas Cimahi

Banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah merendam ratusan rumah warga yang berada di Kampung Bojogkeusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, serta di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk.

Dari data yang berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Bandung, di Desa Bojong terdapat tujuh unit rumah mengalami rusak berat dan tujuh rusak sedang. Sedangkan di Desa Panyadap, pihaknya belum mendapatkan laporan rumah rusak.

“Di Desa Bojong, yang terdampak hampir di empat RW dengan jumlah 770 KK, mencakup 2.500 jiwa. Desa Panyadap ada 2 RW terdampak hampir 60 KK, mencakup 300 jiwa,” ungkap Wahyudin.

Baca juga: Lewat Forum Praja Wibawa 2026, Pol PP Jabar Perkuat Sinegitas Lintas OPD Tegakkan Perda

Hingga Jumat siang, belum juga terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa bencana tersebut. Hanya ada satu orang yang kepalanya terbentur, serta satu warga yang tidak bisa berjalan. Keduaanya sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Pihaknya mengimbau tujuh KK pemilik rumah rusak berat untuk tidak menempati kembali. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menurut Wahyudin akan memberikan uang untuk mengontrak rumah.

“Nanti dari Pemda akan diberi bantuan untuk mengontrak selama 3 bulan, sesuai standar harga kontrak Rp500 ribu per bulan. Atau alternatifnya bisa menempati rusun yang ada di Solokanjeruk,” sambungnya.

Baca juga: Polresta Bandung Bantu Tangani dan Pulihkan Desa Bojong Pasca Banjir Terjang Ratusan KK

Dengan jumlah personel mencapai 1.000-1.500 orang, pihaknya menargetkan pembersihan dapat selesai dalam 5-10 hari. Disamping itu, BPBD Kabupaten Bandung Sementara menyediakan bantuan makan bagi warga terdampak.

Bantuan kebutuhan laina pun mulai disalurkan, diantaranya bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, perlengkapan mandi, hingga perlengkapan sekolah.

“Kemudian sesuai instruksi Pak Bupati, nanti pada masa pemulihan supaya rumahnya yang di pinggir sungai dimundurkan 2 meter dan akan dibangunkan rumahya kembali,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *