Tunawisma Meningkat Saat Libur, Dinsos Kota Bandung Imbau Warga Tak Beri Sumbangan di Jalan

Bandung Raya21 Dilihat

Kota Bandung – Fenomena peningkatan jumlah peminta dan tunawisma atau Pemerlu Pelayanan Kesejateraan Sosial (PPKS) di Kota Bandung kerap meningkat saat berlangsung libur panjang seperti Natal dan tahun baru.

Hal tersebut berdampak meluas tak hanya pada estetika dan kenyamanan kota, tetapi juga pada mental para tunawisma yang seakan menjadikan kegiatan di jalan sebagai mata pencaharian mereka.

Untuk itu Dinas Sosial (Dinsos) Kota mengimbau masyarakat untuk tak lagi memberikan bantuan atau santunan kepada para tunawisma dan PPKS di jalan.

Baca juga: Ketika Upaya Pemenuhan Jumlah Tenaga Pendidik Kabupaten Bandung Dihadapkan pada Ketersediaan Anggaran

“Yang membuat mereka kembali ke jalan adalah mudahnya mendapatkan uang di jalan. Jadi, ada yang jual jasa ada juga yang jual iba. Dengan adanya kemudahan berdampak semakin marak dan semakin giat untuk bekerja di jalan,” kata Kepala Dinsos Kota Bandung Yorisa Sativa, Senin (19/1/2026).

Dengan tidak meberikan uang di jalan, kata Yorisa, masyarakat telah membantu pihaknya untuk menahan PPKS atau tunawisma kembali ke jalan.

Masyarakat disarankan menyalurkan sumbangan dalam bentuk apapun melalui lembaga filantropi yang legal dan ditunjuk oleh pemerintah sebagai wadah resmi.

Baca juga: Sumedang Genjot Pembangunan Jalan, Burujul-Sanca OTW Diperbaiki

Yayasan atau lembaga resmi menurutnya akan lebih tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan kepada mereka yang memang memerlukan, dibanding diserahkan langsung di jalan yang belum tentu mereka harus dibantu.

“Di awal long weekend kemarin kita lakukan penjangkauan. Hasilnya, dalam 4 jam kita mendapatkan 77 PPKS. Dari asesmen diketahui orang Kota Bandungnya hanya 20 orang, selebihnya dari luar kota bahkan dari luar pulau Jawa,” ungkap Yorisa.

Kondisi demikian menunjukkan bahwa banyak diantara PPKS jalanan yang memang hanya memanfaatkan momentum untuk mendapatkan uang di jalan.

Baca juga: Sukses Digelar, Dankodiklatad Akan Daftarkan BabatuRun Ganesha Jadi Event Tahunan PASI Jabar

Bakan diungkapkan Yorisa, dari asesmen yang dilakukan Dinsos Kota Bandung juga didapat pengakuan dari sejumlah PPKS yang terjaring bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang lumayan besar.

“Mereka sudah tahu mulut ke mulut kalau di Bandung ini mudah mendapatkan uang hanya dengan bermodalkan homeless, manusia kardus, manusia gerobak, dan lain-lain, kita harus antisipasi,” imbuhnya.

Upaya penjangkauan diakui Kadinsos dilakukan dinasnnya stiap hari sebagai kegiatan reguler. Hasilnya tak sebanyak saat kegiatan serupa di lakukan pada momen khsusus liburan.

Baca juga: BabatuRun Ganesha 2026 Berlangsung, Komandan Kodiklatad: Refleksi Semangat Pengabdian

Hal tersebut semakin memperkuat indikasi bahwa adanya para PPKS bersifat musiman yang hanya muncul pada momen tertentu. Hal itu terjadi juga karena masih banyak masyarakat yang memberi mereka uang di jalan.

Sementara langkah yang dilakukan Dinsos, menurutnya cukup banyak dan berkesinambungan. Mereka yang terjaring dalam penjangkauan selanjutnya dilakukan asesmen serta pembinaan fisik dan mental.

“Dari 77 tadi kami sedang melakukan asesmen dan bimbungan mental juga fisik di Dinsos, semacam dimasukan ke Barak karena kami juga bekerja sama dengan TNI.

Baca juga: Libur Long Weekend Sebabkan Lalu Lintas Lembang Padat, Polisi Berlakukan Satu Arah

Dari pembinaan yang dilakukan, lanjut Yorisa, bisa diketahui antara PPKS musiman dan bukan, untuk selanjutnya dapat dilakukan upaya lanjutan seperti memasukan ke panti bagi lansia dan anakk di bawah umur.

Langkah lanjutan juga bisa berupa pengembalian mereka kepada keluarganya (reunifikasi) atau ke daerah asal untuk tidak kembali beraktivitas di jalan di Kota Bandung.

“Di Kota Bandung adad 98 lembaga kesejahteran sosial atau semacam lembaga filantropi yang berbadan hukum. Itu yang menjadi wadah agar masyarakat mengakses itu dengan mudah melalui website,” jelasnya.

Baca juga: Warga Kabupaten Bandung Siap-siap! Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran Segera Dibuka, Ini jadwalnya

Yorisa menjamin lembaga-lembaga yang dimaksudnya itu akan tetap amanah karena selalu berkoordinasi bersama Dinsos, termasuk meminta data penerima bantuan yang menjadi sasaran penyaluran.

Mereka juga bahkan diwajbkan membuat laporan secara berkala atas aktivitas yayasan atau lembaga mereka.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *