Tinjau lokasi Longsor Pasirlangu, KDM Bakal Relokasi Warga dan Kembalikan Fungsi Alam

Bandung Raya73 Dilihat

Bandung Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk melakukan relokasi seluruh warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti lereng dan perbukitan.

Dedi Mulyadi juga akan mengembalikan fungsi-fungsi alam seperti sedia kala, setelah banyak wilayah yang kini sudah beralih fungsi, termasuk lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

“Kebijakanya, kita ingin daerah yang rawan direlokasi saja dan fungsi-fungsi alam dikembalikan. Seluruh daerah yang memiliki potensi becana dimitigasi akan kita relokasi karena kita tidak mau ada bencana lagi,” tegas KDM saat meninjau lokasi bencana Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Respons Bencana di Lembang, Gubernur Imbau Aparat Kewilayahan dan Daerah Lakukan Mitigasi Kebencanaan

Kendati belum secara khusus menyebutkan lokasi untuk rencana relokasi yang dmaksud, KDM menegaskan kembali jika tata ruang yang ada saat ini harus segera dibenahi.

Alih fungsi lahan menjadi kebun sayur seperti lokasi bencana Pasirlangu pada Sabtu dini hari, menjadi salah satu contoh kesalahan dari tata ruang dan pemanfaatannya.

“Daerah kemiringan yang seharusnya ini daerah hutan rimbun rumpun bambu berubah jadi perkebunan sayuran dan pake plastik,” jelasnya.

Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Terpa Wilayah Bandung Raya Jumat Sore, Dari Longsor Hingga Banjir

Sebagian dari perkebunan sayur tersebut bahkan terlihat oleh KDM menggunakan plastik berupa green house dalam jumlah yang cukup banyak serta memakan lahan yang sangat luas.

Selain itu, struktur tanah di lokasi bencana yang subur dan gembur menurut KDM membuatnya mudah terlepas dan tergerus air ketika curah hujan tinggi.

“Jadi, kalau lihat ini saya bisa nebak, dan tanahnya kan subur jadi mudah lepas. Kebun sayurnya sampai puncak dan pohon-pohonnya ditebangi sebagian,” ungkapnya.

Baca juga: Amazing! Karst Citatah Bandung Barat Jadi Lokasi Syuting Film Lisa Blackpink

Selain itu, ia memandang bahwa sudah cukup lama pembangunan dilakukan tidak berdasarkan pada mitigasi bencana. Peristiwa yang terjadi adalah contoh dampak yang ditimbulkan.

“Kita sudah salah dari awal, dan tata ruangnya harus segera dibenahi. Berulang-ulang saya katakan, daerah-daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu,” sambungnya.

Kedatangan gubernur di lokasi bencana tanah longsor, bersamaan saat para petugas dan warga sedang melakukan evaluasi terhadap korban yang sebagian diantaranya juga masih dalam proses pencarian.

Baca juga: Dukung Kelestarian Alam, TNI Angkatan Darat Tanam 500 Pohon di Jatigede

Tak hanya meninjau, KDM juga turun langsung dan ikut bergabung dalam proses evakuasi warga yang tertimbun serta dalam proses pencarian.

Beberapa warga sekitar mengatakan, bencana tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu,kecamatan Cisarua, KBB, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, sekira pukul 03.00 WIB.

Tanah longsor menyebabkan sekira 30 rumah warga mengalami kerusakan, 6 orang meninggal dunia, serta puluhan wagra lainnya dalam proses pencarian. ***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *